FALIHMEDIA.COM | JAKARTA – Kasus yang menyeret nama Inara Rusli terkait dugaan penipuan oleh Insanul Fahmi kembali mencuri perhatian publik. Setelah resmi melaporkan Insanul ke Polda Metro Jaya pada Senin, 1 Desember 2025, langkah Inara justru menuai kritik dari praktisi hukum Deolipa Yumara. Ia menilai ada sejumlah keanehan dalam pengakuan mantan istri Virgoun tersebut.
Melalui kanal YouTube Rasis Infotainment, Deolipa mengungkap bahwa alasan Inara yang mengaku tertipu karena Insanul menyebut dirinya masih berstatus lajang dianggap tidak sepenuhnya masuk akal. Menurutnya, pengalaman Inara sebagai perempuan yang pernah menikah dan bercerai membuatnya seharusnya memahami dokumen legal dalam proses pernikahan dan perceraian.
“Kalau Inara merasa dibohongi, sebenarnya dia sudah punya pengalaman dalam pernikahan. Dia tahu proses nikah dan proses perceraian,” ujar Deolipa, dikutip Kamis (4/12/2025).
Deolipa menegaskan bahwa hal paling mendasar yang harus ditanyakan Inara sejak awal adalah akta cerai, jika Insanul memang menyatakan tidak lagi terikat pernikahan.
“Setiap pernikahan yang sah pasti memiliki akta nikah, dan setiap perceraian harus ada akta cerai,” jelasnya.
Ia kemudian mempertanyakan mengapa Inara tidak meminta bukti tersebut sebelum memutuskan menikah siri. Menurutnya, hal tersebut justru memunculkan kesan bahwa pernikahan dilakukan dengan kesadaran penuh, bukan karena ketidaktahuan.
“Wanita yang pernah menikah tentu akan meminta bukti akta cerai sebelum menikah lagi. Jadi jangan hanya percaya ucapan tanpa bukti,” tambahnya.
Lebih lanjut, Deolipa menilai bahwa Inara bukan figur yang polos atau tidak memahami konsekuensi dari pernikahan siri dengan pria yang masih terikat pernikahan resmi. Ia bahkan menyebut ada dugaan unsur kesengajaan dalam sikap Inara.
“Kalau dia tidak menanyakan akta cerai, berarti ada indikasi pura-pura tidak tahu. Seolah-olah jadi wanita lugu,” tutupnya.














