JAKARTA – Luna Maya membagikan potret rumahnya di Bali setelah menjalani renovasi besar selama empat tahun. Hunian yang sebelumnya sempat terbengkalai itu kini tampil lebih modern, nyaman, dan elegan. Rumah tersebut juga dipersiapkan sebagai tempat singgah pribadi setiap kali Luna berkunjung ke Pulau Dewata.
Proses pembaruan rumah itu ditandai dengan upacara melaspas, yakni ritual dalam tradisi Bali yang berkaitan dengan penyucian bangunan baru atau bangunan yang telah selesai dibangun maupun direnovasi.
Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Luna mengungkapkan bahwa rumah tersebut memiliki tiga kamar tidur. Meski ukurannya tidak terlalu besar, pengerjaannya memakan waktu cukup panjang.
“Kamarnya cuma tiga guys. Rumahnya kecil, nggak gede, tapi empat tahun. Satu kamar satu tahun,” ujar Luna dalam video yang dikutip detikcom, Minggu (18/10/2026).
Rumah Luna Maya di Bali Punya Tiga Kamar Tidur
Rumah Luna dilengkapi tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi. Setiap kamar memiliki karakter desain berbeda, tetapi tetap terlihat selaras melalui penggunaan material yang senada.
Unsur kayu, PVC, dan marmer mendominasi tampilan interior rumah tersebut. Perpaduan material ini menghadirkan kesan modern sekaligus memberikan suasana hangat dan nyaman.
Dari berbagai bagian rumah yang diperbarui, Luna mengaku paling puas dengan desain kamar mandi. Ia memilih kombinasi warna merah muda atau pink dan hijau, dua warna yang disukainya.
Pilihan warna tersebut menjadi sentuhan personal di tengah desain hunian yang tetap mengedepankan kesan elegan dan kekinian.
Sempat Disewakan, Rumah Luna Maya Rusak Saat Pandemi
Luna menjelaskan bahwa rumah di Bali itu bukan properti yang baru dibelinya. Ia telah memiliki rumah tersebut sejak 2011 dan sebelumnya menyewakannya kepada orang lain.
Namun, kondisi rumah memburuk ketika pandemi Covid-19 karena bangunan tersebut tidak lagi ditempati dalam waktu lama. Sebagai rumah lama, sejumlah bagian bangunan akhirnya mengalami kerusakan hingga dinilai tidak layak dipertahankan dalam kondisi semula.
Luna kemudian memutuskan merobohkan bangunan lama dan membangunnya kembali dengan konsep yang lebih sesuai dengan kebutuhannya saat ini.
“Sebenarnya nggak rumah baru, itu rumah lama. Saya udah punya itu dari 2011, cuma memang rumahnya waktu Covid itu hancur karena berapa tahun nggak ada yang nempatin,” kata Luna saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dikutip detikHot.
Ia mengatakan keputusan membangun ulang diambil setelah melihat kondisi rumah yang sudah sangat buruk. Renovasi tersebut akhirnya menghasilkan hunian dengan tampilan yang lebih segar dan modern.
Tak Lagi Disewakan, Rumah Jadi Tempat Singgah di Bali
Setelah renovasi selesai, Luna berencana menggunakan rumah tersebut sebagai tempat tinggal sementara setiap kali berkunjung ke Bali. Ia tidak lagi berencana menyewakan properti itu secara komersial.
Meski demikian, rumah tersebut tetap terbuka bagi teman-temannya yang ingin berkunjung atau menginap.
“Kalau disewain sih nggak, jadi buat teman-teman aja kalau ada yang mau ke Bali, kalau mau mampir boleh gitu. Terus kalau aku ke Bali, aku punya tempat buat aku bersinggah,” tuturnya.
Keputusan itu juga menjadi solusi praktis bagi Luna yang selama ini lebih sering menginap di hotel ketika berada di Bali.
Menurutnya, rumah sang ibu berada di kawasan Bali timur, sedangkan aktivitas Luna bersama suaminya, Maxime Bouttier, dan teman-temannya kerap berlangsung di sekitar Kuta dan Seminyak. Jarak yang cukup jauh membuat rumah sang ibu kurang praktis untuk kunjungan singkat.
Dengan adanya rumah yang telah direnovasi tersebut, Luna kini memiliki tempat singgah sendiri sehingga mobilitas selama berada di Bali bisa lebih mudah.







