SUMENEP – Suasana khidmat mewarnai pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Giligenting Masa Khidmat 2025–2030 di Aula MWC NU Giligenting, Sabtu (5/9/2026) malam.
Salah satu momen penting dalam pelantikan tersebut ditandai dengan penyerahan tongkat kepemimpinan dan tasbih kepada pengurus baru. Simbol tersebut diserahkan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sumenep kepada Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Giligenting.
Penyerahan tongkat dan tasbih menjadi tanda dimulainya amanah kepengurusan baru. Tongkat diberikan kepada Rois Syuriyah, sedangkan tasbih diserahkan kepada Ketua Tanfidziyah.
Keduanya menjadi simbol tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi, membimbing umat, serta menentukan arah gerakan NU di tingkat Kecamatan Giligenting.
Simbol Kepemimpinan dan Amanah
Dalam sambutannya, Ketua PC NU Sumenep menegaskan bahwa penyerahan tongkat dan tasbih bukan sekadar bagian dari tradisi pelantikan.
Menurutnya, kedua simbol tersebut membawa pesan tentang kepemimpinan, tanggung jawab, ilmu, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tongkat ini adalah simbol kepemimpinan dan pelindung umat, sedangkan tasbih adalah simbol kemuliaan ilmu, kebijaksanaan, dan senantiasa mengingat Allah SWT. Keduanya harus dipegang teguh dengan niat ibadah, untuk membimbing masyarakat Giligenting menuju kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Rois Syuriyah MWC NU Giligenting, KH Abdullah Anwar, S.Ag., M.Si., yang menerima tongkat kepemimpinan menyatakan kesiapannya menjaga kemurnian ajaran agama.
Ia juga berkomitmen menjalankan peran sebagai penasihat yang bijaksana serta menjadikan NU sebagai benteng akidah dan akhlak di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Giligenting, KH Yahya, S.Ag., M.Pd., menerima tasbih sebagai simbol amanah kepengurusan.
KH Yahya menyatakan kesiapan menjalankan organisasi secara dinamis dengan merangkul berbagai elemen masyarakat. Ia juga berkomitmen mendorong program kerja yang nyata dan memberikan manfaat bagi warga Giligenting.
“Kami menyadari bahwa amanah ini sangat besar. Namun dengan dukungan seluruh ulama, tokoh masyarakat, dan warga Giligenting, kami siap berjuang bersama, menjaga persatuan, dan melayani umat dengan sepenuh hati,” ujar keduanya.
Dihadiri Ulama dan Ratusan Warga
Pelantikan Pengurus MWC NU Giligenting Masa Khidmat 2025–2030 tersebut turut dihadiri para ulama, umara, unsur Muspika, Polsek, Koramil, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kepemudaan, serta ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Giligenting.
Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan damai. Kehadiran masyarakat juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di Kecamatan Giligenting.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru dan diserahkannya simbol kepemimpinan tersebut, MWC NU Giligenting diharapkan mampu memperkuat peran organisasi selama Masa Khidmat 2025–2030.
Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya kokoh dalam menjalankan roda organisasi, tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat melalui pengabdian, pelayanan, dan program yang memberikan manfaat nyata bagi warga Giligenting.
















