JAKARTA – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memanggil dua juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat yang menjadi sorotan publik setelah video penilaian lomba viral di media sosial.
Muzani mengatakan MPR telah memberikan teguran kepada kedua juri tersebut karena polemik penilaian yang memicu protes peserta dan masyarakat.
“Sudah kami panggil dan sudah kami tegur,” ujar Muzani saat konferensi pers di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf secara kelembagaan kepada peserta dan masyarakat atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan lomba tersebut.
Menurut Muzani, permintaan maaf yang disampaikan Sekretariat Jenderal MPR RI telah mewakili seluruh panitia dan juri yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Permohonan maaf sudah disampaikan oleh Sekjen MPR karena kegiatan ini merupakan kegiatan lembaga, bukan individu,” katanya.
Baca juga: Lomba Memancing HUT RI ke-79: Warga Giligenting Tumpah Ruah di Desa Galis
MPR RI kemudian memutuskan mengulang babak final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat dengan menghadirkan juri independen untuk menjaga objektivitas penilaian.
“Kami mendengar seluruh masukan masyarakat. Karena itu, final lomba akan diulang dengan juri independen,” tegas Muzani.
Sebelumnya, video penilaian LCC Empat Pilar viral setelah publik menyoroti perbedaan nilai terhadap jawaban yang dinilai serupa dari dua kelompok peserta.
Dalam video tersebut, Grup C dari SMAN 1 Pontianak menerima nilai minus lima saat menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sementara itu, Grup B dari SMAN 1 Sambas memperoleh nilai 10 untuk jawaban yang dianggap serupa oleh peserta dan penonton.
Penilaian tersebut diberikan oleh Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita, yang bertugas sebagai juri dalam perlombaan itu.
Peserta dari Grup C sempat mengajukan protes karena merasa memberikan jawaban yang sama. Namun, juri menyatakan jawaban mereka tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Baca juga: Polda Jatim Bongkar Komplotan Pencuri Rumah Kosong, Empat Pelaku Ditangkap Satu Buron
Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan kritik masyarakat terhadap pelaksanaan lomba tersebut.
Saat ini, panitia pelaksana tengah melakukan penelusuran internal terkait proses penilaian yang menimbulkan polemik.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba,” ujar Siti Fauziah.










