Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Tingkatkan Layanan KUA Lewat Apel Pagi

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta H. M. Tahrir memimpin apel pagi ASN untuk memperkuat ketahanan keluarga dan pelayanan KUA.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta, H. M. Tahrir, memimpin apel pagi dan mengajak ASN memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas layanan KUA.

YOGYAKARTA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta memulai pekan kerja dengan menggelar apel pagi pada Senin (13/7/2026). Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. M. Tahrir, memimpin apel sekaligus mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memperkuat budaya kerja yang humanis melalui penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas layanan Kantor Urusan Agama (KUA), serta komunikasi yang terbuka di lingkungan kerja.

Dalam amanatnya, Tahrir mengapresiasi seluruh ASN dan para Kepala KUA yang mengikuti apel pagi. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga disiplin sekaligus membangun budaya kerja yang positif.

Momentum apel bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Karena itu, Tahrir mengingatkan seluruh pegawai mengenai kebijakan pemerintah yang memberikan fleksibilitas kepada ASN untuk mengantarkan anak ke sekolah.

Kebijakan tersebut sejalan dengan imbauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang mendorong instansi memberikan kesempatan kepada ASN mendampingi anak pada hari pertama sekolah. Langkah itu juga mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Tahrir menilai gerakan tersebut selaras dengan program prioritas Bimas Islam dalam membangun keluarga sakinah. Menurutnya, kehadiran orang tua, khususnya ayah, pada momen penting anak menjadi bentuk nyata penguatan fungsi keluarga yang mampu menciptakan hubungan harmonis, penuh kasih sayang, serta menjadi fondasi lahirnya keluarga yang tangguh.

“Kami memberikan fleksibilitas bagi ASN yang akan mengantarkan anak ke sekolah. Ini bukan sekadar izin, tetapi bagian dari ikhtiar bersama membangun keluarga sakinah yang menjadi pondasi masyarakat yang kuat,” ujar Tahrir.

Selain menyoroti penguatan keluarga, Tahrir menjelaskan bahwa Seksi Bimas Islam saat ini menjalankan monitoring dan pembinaan ke sejumlah KUA. Tim Bimas Islam melaksanakan kegiatan tersebut bersama unsur Kepegawaian, Urusan Perlengkapan (UP), Barang Milik Negara (BMN), dan Humas untuk meningkatkan tata kelola organisasi serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring tidak hanya berfokus pada evaluasi. Sebaliknya, seluruh pihak memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, bertukar masukan, serta memperkuat sinergi agar setiap KUA mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, berkualitas, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menutup amanatnya, Tahrir mengajak seluruh pegawai mempererat komunikasi melalui agenda sarapan pagi bersama setelah apel. Ia berharap forum tersebut menjadi ruang berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan secara musyawarah.

“Terima kasih kepada seluruh peserta apel, termasuk para Kepala KUA yang telah hadir. Semoga kebersamaan ini membawa semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *