BANGKALAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai total Rp34 miliar kepada masyarakat Kabupaten Bangkalan, Selasa (17/3/2026). Ia menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Pendopo Agung Bangkalan.
Dalam kunjungan itu, Khofifah juga menyampaikan amanat dari Raja Salman melalui Kedutaan Besar Arab Saudi berupa sumbangan Al-Qur’an. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima sebanyak 1.000 mushaf dan menyalurkannya hingga ke Bangkalan.
“Kami menerima 1.000 Al-Qur’an dan hari ini menjadi penyaluran terakhir di Bangkalan,” ujar Khofifah.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur. Ia menilai bantuan itu sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi menjelang Lebaran,” kata Lukman.
Khofifah merinci penyaluran bansos ke berbagai program. Pemerintah memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH Plus) kepada 2.192 penerima. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi 278 warga dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Pemprov Jatim turut memberikan bantuan kepada 95 penyandang disabilitas, lima penerima program Jawara, serta 168 penerima tali asih. Selain itu, sebanyak 50 warga menerima zakat produktif untuk mendukung usaha mereka.
Di sektor pemberdayaan desa, Pemprov Jatim mengalokasikan bantuan kepada empat desa, masing-masing sebesar Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan program Desa Berdaya.
Selain itu, pemerintah juga mengucurkan Bantuan Keuangan Kabupaten sebesar Rp35 juta serta bantuan Rp403 juta untuk dua desa melalui program Jatim Puspa.
Untuk penguatan infrastruktur desa, Pemprov Jatim menyalurkan Rp8,5 miliar kepada 65 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya. Dinas PU Bina Marga juga menyalurkan Rp18,1 miliar kepada 116 desa, sementara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengalokasikan Rp1,8 miliar untuk 14 desa.
Khofifah menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan menjelang Lebaran.














