JAKARTA – Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia memprediksi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026. Prediksi tersebut berdasarkan hasil perhitungan astronomi atau hisab yang menunjukkan posisi hilal telah memenuhi kriteria MABIMS.
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menyampaikan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026.
“Secara hisab, seluruh wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria MABIMS untuk penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah,” ujar Cecep dalam seminar pengantar sidang isbat di Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia telah melampaui batas minimum 3 derajat, sementara elongasi hilal juga melebihi syarat minimum 6,4 derajat sesuai ketentuan MABIMS.
“Posisi hilal di Indonesia memenuhi syarat sehingga secara teoritis hilal sangat memungkinkan untuk dirukyat,” katanya.
Kementerian Agama menggabungkan metode hisab dan rukyat dalam proses penetapan awal bulan Hijriah. Tim hisab menyajikan data astronomi, sedangkan petugas rukyat melakukan pengamatan hilal di berbagai titik pemantauan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Kemenag menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah pada pukul 18.00 WIB. Setelah sidang berlangsung, pemerintah akan mengumumkan hasil penetapan awal Zulhijah melalui konferensi pers sekitar pukul 19.00 WIB.
Jika hasil sidang isbat menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026, maka umat Islam di Indonesia akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.














