JAKARTA – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan awal pekan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda. Pelaku pasar merespons meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang melibatkan Israel.
Mengutip laporan, Senin (18/5/2026), harga minyak mentah Brent naik sebesar US 110,62 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak US 107,26 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memanas. Serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab (UEA). Insiden tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Di tengah kondisi tersebut, Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi militer untuk menghadapi Iran. Langkah itu memicu kekhawatiran baru terhadap eskalasi konflik yang dapat memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.
Analis menilai, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga minyak dunia. Jika konflik terus meningkat, harga energi global berpotensi bergerak lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang.














