FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Masyarakat Kecamatan Giligenting kembali menghadapi kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengeluhkan sulitnya memperoleh gas melon, sebutan populer untuk LPG bersubsidi ini.
Fatimah, seorang warga Desa Galis, mengaku telah mendatangi beberapa warung namun tidak menemukan satu tabung gas pun.
“Biasanya mudah didapat, tapi sekarang semua warung kosong,” ujarnya pada Kamis (5/6/2025).
Dampak kelangkaan ini sangat dirasakan oleh kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Banyak dari mereka yang terpaksa beralih ke kayu bakar sebagai alternatif memasak, meskipun tidak praktis dan memerlukan usaha lebih.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Sumenep sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dadang Dedy Iskandar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah menjalin koordinasi dengan Pertamina dan seluruh agen distribusi elpiji.
“Kami memastikan ketersediaan gas LPG 3 kg tetap aman hingga Idul Adha. Distribusi tambahan akan dilakukan secara bertahap, terutama di wilayah dengan potensi kenaikan permintaan,” kata Dadang, Rabu (4/6/2025).
Kelangkaan LPG 3 kg ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan lancar dan stabilitas harga tetap terjaga.














