SUMENEP – Kelompok Tani (Poktan) Suka Maju Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menggelar panen demplot jagung varietas Bio Seed B-59 bersama Polsek Saronggi, BPP Saronggi, dan Gapoktan se-Kecamatan Saronggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional 2026.
Petani setempat menanam jagung hibrida premium produksi PT Shriram Seed Indonesia yang dikenal dengan sebutan “Si Bahenol B-59”. Varietas ini telah menjadi salah satu pilihan unggulan petani karena dinilai memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap hama.
Kapolsek Saronggi AKP Edy Hariyanto, SH, bersama anggota, Ketua BPP Saronggi Bahtiar Yulianto dan para PPL, Ketua Poktan Suka Maju A. Zaini, Ketua Gapoktan se-Kecamatan Saronggi, Koordinator BPS Kecamatan Saronggi Samsul Bahri, serta perwakilan Manager K Link Bioboost + As Humaf (Pupuk Hayati) Prasat – Bio Seed B-59 Surabaya Hendro Setiawan turut menghadiri kegiatan tersebut.
Baca juga: BPP Bluto Bersama Gapoktan Hadiri Zoom Panen Raya Nasional, Tegaskan Sukses Swasembada Pangan 2025
Ketua Gapoktancam Saronggi, A. Zaini, menyampaikan bahwa panen demplot ini menjadi percontohan sebelum pelaksanaan panen raya berikutnya. Ia menilai penggunaan bibit Bio Seed B-59 mampu meningkatkan hasil produksi dengan modal yang relatif sama dibanding varietas lain.
“Demplot ini menjadi contoh sebelum panen raya. Bibit Bio Seed B-59 memiliki ketahanan terhadap hama, dengan biaya tanam yang setara, namun hasil dan kualitas jagung meningkat,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Kapolsek Saronggi AKP Edy Hariyanto menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Ia berharap penanaman perdana Bio Seed B-59 di Kecamatan Saronggi mampu meningkatkan produktivitas petani dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Program ini selaras dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasilnya dapat meningkatkan produksi jagung petani Saronggi,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Bio Seed B-59 Surabaya, Hendro Setiawan, memperkenalkan dua program utama kepada petani, yakni penggunaan bibit unggul Bio Seed B-59 dan pembenahan tanah melalui pupuk hayati. Ia mengajak petani tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga menjaga kesuburan lahan melalui konservasi tanah.
“Kami ingin petani memahami pentingnya perawatan tanah. Produktivitas tanaman akan optimal jika kesuburan lahan tetap terjaga,” katanya.
Dalam panen demplot tersebut, tim melakukan pengukuran hasil produksi menggunakan metode ubinan 2,5 x 2,5 meter. Hasilnya mencapai 37 tongkol jagung dengan berat 9,59 kilogram, yang jika dikonversi setara sekitar 15.344 kilogram per hektare.
Hasil tersebut menjadi indikator awal potensi peningkatan produksi jagung di Kecamatan Saronggi pada musim tanam berikutnya.













