BPP Bluto Bersama Gapoktan Hadiri Zoom Panen Raya Nasional, Tegaskan Sukses Swasembada Pangan 2025

BPP Bluto dan Gapoktan Bluto mengikuti zoom panen raya nasional sukses swasembada pangan 2025
BPP Kecamatan Bluto bersama Gapoktan se-Kecamatan Bluto mengikuti zoom panen raya nasional di Aula BPP Bluto, Rabu, 1 Januarai 2026 (Foto: Abdul Hadi - KIM Darma Bhakti)

SUMENEP – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bluto bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengikuti kegiatan zoom panen raya nasional di Aula BPP Bluto, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Kostratani Kecamatan Bluto Isromi Kurniawan, SP beserta staf, Sekretaris Kecamatan Bluto Rasadi, S.Sos., M.Si, Babinsa Koramil 0827/04 Bluto, Bhabinkamtibmas Bluto, Ketua Gapoktancam Bluto, serta para ketua kelompok tani se-Kecamatan Bluto.

Dalam sambutannya, Isromi Kurniawan menegaskan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan secara menyeluruh pada tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa panen raya nasional dipusatkan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

“Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2025. Panen raya nasional hari ini berlangsung di Karawang dan akan dihadiri Presiden RI, Menteri Pertanian, serta jajaran menteri lainnya,” ujar Isromi.

Isromi juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai instruksi Presiden, dan Bulog siap menyerap hasil panen petani. Ia menekankan empat faktor utama keberhasilan petani, yakni penggunaan benih unggul, ketersediaan pupuk, kecukupan air, serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Sekcam Bluto Rasadi menyoroti persoalan hama tikus yang masih menjadi kendala serius bagi petani. Ia meminta agar permasalahan tersebut segera mendapatkan penanganan dari para ahli pertanian agar tidak menimbulkan kerugian berkelanjutan.

“Hama tikus masih menjadi kendala utama di lahan pertanian. Kami berharap ada solusi konkret dari tenaga ahli agar petani tidak terus dirugikan,” kata Rasadi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gapoktancam Bluto Supriyadi mengapresiasi berbagai inovasi pertanian yang telah dilakukan Isromi Kurniawan selama bertugas di Kecamatan Bluto. Ia juga menginformasikan bahwa proses penebusan pupuk untuk tahun 2026 telah resmi dibuka.

“Pak Romi telah banyak membawa inovasi di sektor pertanian Bluto. Kami berterima kasih atas dedikasinya, dan kami sampaikan bahwa penebusan pupuk tahun 2026 sudah bisa dilakukan,” ungkap Supriyadi.

Kegiatan zoom panen raya nasional tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan bagi Isromi Kurniawan, SP, yang mendapat tugas baru sebagai Korluh Pertanian di BPP Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *