JAKARTA – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., membawa rencana pengembangan kawasan Monisa di Peureulak ke tingkat pemerintah pusat. Ia menemui Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., untuk membahas pelestarian dan pengembangan kawasan bersejarah tersebut.
Audiensi berlangsung di Ruang Mataram, Gedung E Lantai 2 Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Al-Farlaky menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai sejarah serta kebudayaan yang melekat pada kawasan Monisa dan sejarah Peureulak.
Menurut Al-Farlaky, Monisa memiliki nilai sejarah penting bagi Aceh Timur karena berkaitan dengan jejak awal perkembangan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan tersebut secara berkelanjutan.
Baca juga: SMAN 2 Banda Aceh Juarai LCC Empat Pilar MPR RI Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Final Nasional
“Kita ingin sejarah Peureulak ini tidak hanya dikenang, tetapi juga dirawat, dikembangkan dan dikenalkan secara lebih luas kepada generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Al-Farlaky.
Bupati juga menyampaikan sejumlah usulan terkait dukungan Kementerian Kebudayaan. Ia berharap pemerintah pusat dapat membantu pengembangan Monisa agar kawasan tersebut semakin berperan dalam penguatan sejarah dan kebudayaan Aceh Timur.
Selain membahas kawasan Monisa, Al-Farlaky mengundang Fadli Zon untuk datang langsung ke Aceh Timur. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur merencanakan Seminar Monisa di Peureulak pada November 2026.
Baca juga: Media Center Diskominfo Sumenep Telusuri Sejarah Nama-Nama Desa untuk Lestarikan Identitas Budaya
Al-Farlaky berharap Menteri Kebudayaan dapat menghadiri sekaligus membuka seminar tersebut dan menjadi pemateri. Menurutnya, seminar itu dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan sejarah Monisa dan Peureulak kepada masyarakat secara lebih luas.
“Kami mengundang Bapak Menteri untuk hadir ke Aceh Timur, membuka kegiatan sekaligus menjadi pemateri pada Seminar Monisa di Peureulak pada November nanti. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah Peureulak secara lebih luas,” kata Al-Farlaky.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, S.Sos., MPP., Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani, S.S., M.M., serta Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan Keanu Trisulo.
Baca juga: Prabowo Minta Koperasi Merah Putih Didukung Penuh, Bahas Ketahanan Energi dan Konflik Timur Tengah
Dari Aceh Timur, Al-Farlaky hadir bersama Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Gerindra T.A. Khalid, M.M., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Rijalul Fikri, SKM., dan Direktur UPTD RSUD dr. Zubir Mahmud Idi dr. Edi Gunawan, MARS.
Al-Farlaky menegaskan bahwa Pemkab Aceh Timur akan terus mendorong pelestarian warisan sejarah dan kebudayaan Peureulak. Pemerintah daerah juga ingin memperluas pengenalan sejarah tersebut kepada masyarakat dan generasi muda.
“Upaya ini kita harapkan dapat menjadikan Monisa bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan kebudayaan yang mampu memperkuat identitas sejarah Aceh Timur sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Al-Farlaky.
















