Kemenkes Kucurkan Dukungan Rp46,7 Miliar untuk Pulihkan Fasilitas Kesehatan Aceh Timur

Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky bertemu Wamenkes bahas pemulihan fasilitas kesehatan
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat bertemu Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono untuk membahas dukungan pemulihan fasilitas kesehatan terdampak bencana.

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk memulihkan sejumlah fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., membawa langsung usulan kebutuhan pemulihan tersebut saat bertemu Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat 215 dan turut dihadiri sejumlah pejabat Kemenkes RI. Audiensi tersebut semula terjadwal bersama Menteri Kesehatan RI. Namun, agenda berlanjut bersama Wamenkes karena Menteri Kesehatan tengah melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur untuk menangani dampak gempa bumi.

Dalam pertemuan itu, Al-Farlaky memaparkan kondisi sejumlah fasilitas kesehatan di Aceh Timur yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi. Ia juga menyerahkan proposal rekapitulasi kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan kepada Kemenkes RI.

Baca juga: DPRK Aceh Jaya Apresiasi Kejari Berhasil Pulihkan Keuangan Negara Rp2,055 Miliar

Hasil audiensi tersebut membawa dukungan anggaran untuk dua rumah sakit di Aceh Timur. RSUD dr. Zubir Mahmud memperoleh dukungan alat kesehatan melalui program dukungan layanan KJSU-KIA senilai Rp32,7 miliar yang akan disalurkan pada 2026 dan 2027.

Sementara itu, RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak mendapatkan alokasi hibah sebesar Rp14 miliar. Pemerintah akan menggunakan anggaran tersebut untuk mengganti dan mengadakan alat kesehatan yang rusak akibat banjir.

“Tujuan utama usulan ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.

Selain dua rumah sakit tersebut, Kemenkes juga akan memetakan kebutuhan dukungan anggaran tambahan untuk menangani, merevitalisasi, dan merehabilitasi sejumlah puskesmas yang terdampak bencana.

Baca juga: Satgas PRR Aceh Desak BPBD Percepat Penyaluran Dana Stimulan dan Pembangunan Huntap Sebelum 30 Juli 2026

Al-Farlaky juga mengusulkan pembangunan laboratorium kesehatan di Aceh Timur. Wamenkes menyetujui usulan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Al-Farlaky, keberadaan laboratorium kesehatan akan memperkuat pelayanan medis dan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Aceh Timur.

Ia mengapresiasi perhatian Kemenkes terhadap kebutuhan fasilitas kesehatan di daerah, khususnya setelah bencana menyebabkan sejumlah sarana pelayanan mengalami kerusakan.

“Besar harapan kami seluruh poin proposal usulan rekap yang telah kita serahkan dapat terealisasi sepenuhnya demi menjamin hak pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga,” ujarnya.

Baca juga: SMAN 2 Banda Aceh Juarai LCC Empat Pilar MPR RI Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Final Nasional

Bupati menegaskan bahwa pemulihan fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan atau penggantian alat kesehatan. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan kesehatan yang aman, layak, dan berkualitas.

Pemkab Aceh Timur akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan dapat terealisasi sesuai kondisi di lapangan.

“Dukungan Kemenkes tersebut diharapkan mempercepat normalisasi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan Aceh Timur dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” pungkas Al-Farlaky.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *