SUMENEP – Seorang nelayan asal Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, dilaporkan hilang saat melaut sejak Minggu, 12 April 2026. Nelayan bernama Mosatton (52) tersebut hingga kini belum ditemukan.
Kepala Desa Pajanangger, Suhrawi, SE, menjelaskan bahwa Mosatton berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WIB seperti rutinitas hariannya. Biasanya, korban kembali ke rumah pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB atau paling lambat pukul 23.00 WIB.
“Namun hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarga mulai merasa khawatir,” ujar Suhrawi.
Keluarga kemudian berinisiatif meminta bantuan nelayan sekitar untuk melakukan pencarian pada malam hari. Namun, kondisi air laut yang sedang surut menghambat upaya tersebut karena perahu tidak dapat digunakan.
Pencarian baru dilakukan keesokan harinya, Senin (13/4/2026), setelah air laut pasang. Sejumlah nelayan, termasuk Wandi bersama rekannya, langsung menuju lokasi yang biasa digunakan korban untuk memancing.
Setibanya di lokasi, mereka menemukan perahu milik Mosatton dalam kondisi utuh dan masih terikat pada jangkar. Seluruh perlengkapan memancing, hasil tangkapan ikan, hingga bekal makanan masih tersimpan rapi di dalam perahu.
“Semua perlengkapan masih lengkap. Kami menduga mesin perahu mengalami gangguan,” jelas Suhrawi.
Setelah menemukan perahu tersebut, para nelayan segera membawanya ke tepi pantai dan melaporkan kejadian itu kepada pihak keluarga.
Pemerintah desa kemudian bergerak cepat dengan meminta dokumen identitas korban serta menyusun kronologi kejadian untuk laporan resmi. Suhrawi menyampaikan laporan tersebut kepada pihak kecamatan, kepolisian, hingga Basarnas pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah desa juga memfasilitasi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan mengoordinasikan nelayan setempat untuk memperluas pencarian.
Tim pencari kini menyisir sejumlah titik di perairan, terutama ke arah barat mengikuti arus laut yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Selain itu, aparat kepolisian di wilayah kepulauan juga turut menerima laporan guna mempercepat proses pencarian.
Hingga saat ini, warga bersama pemerintah desa terus melakukan pencarian dengan harapan Mosatton dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.














