Abrasi Ancam Pesisir Selatan Giligenting, PPLHI Sumenep Dorong Perlindungan Mangrove dan Tangkis Laut

Abrasi di pesisir selatan Giligenting Kabupaten Sumenep.
Kondisi pesisir Sumur Tumpang selatan Kecamatan Giligenting yang mulai mengalami abrasi dan dinilai memerlukan upaya perlindungan melalui penanaman mangrove serta pembangunan tangkis laut (Foto: Rif)

SUMENEP – Ancaman abrasi mulai menggerus sejumlah kawasan pesisir di bagian selatan Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus masa depan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup (DPD PPLHI) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman, mengungkapkan bahwa beberapa pantai di wilayah selatan Giligenting telah menunjukkan tanda-tanda abrasi. Namun, menurutnya, banyak warga belum menyadari perubahan tersebut karena proses pengikisan pantai berlangsung secara bertahap.

“Pantai di wilayah selatan Giligenting seperti Pantai Berru, Sumur Tumpang, Sokon, dan Gheleghe mulai terkena abrasi. Prosesnya memang tidak terjadi dalam waktu singkat sehingga banyak masyarakat tidak menyadari bahwa garis pantai terus mengalami pengikisan,” ujarnya, Selasa (12/12/2023).

Baca juga: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Dorong Pembangunan Kepulauan dan Maritim

Abd. Rahman menilai abrasi tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar masyarakat Giligenting menggantungkan penghasilan dari laut, baik sebagai nelayan, pencari hasil laut, maupun pelaku usaha yang bergerak di sektor perikanan.

Menurutnya, kerusakan garis pantai berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem pesisir. Jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa penanganan, dampaknya tidak hanya mengurangi luas daratan, tetapi juga mengancam produktivitas sumber daya laut yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

“Kalau abrasi terus dibiarkan, bukan hanya daratan yang berkurang. Ekosistem pesisir juga akan terganggu, dan pada akhirnya hasil laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat dapat ikut terdampak,” katanya.

Baca juga: Warga Nelayan Desa Galis Giligenting Gotong Royong Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Berru

Ia menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami kawasan pesisir. Sistem perakaran mangrove mampu menahan sedimen, memperkuat struktur tanah, serta membantu menjaga kestabilan garis pantai dari terpaan gelombang.

Selain itu, Abd. Rahman menyebut pembangunan tangkis laut pada titik-titik yang memiliki tingkat abrasi tinggi juga dapat menjadi solusi tambahan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut harus melalui kajian teknis agar mampu memberikan perlindungan secara efektif tanpa menimbulkan dampak baru terhadap lingkungan pesisir.

Ia mengajak Pemerintah Kabupaten Sumenep, pemerintah desa, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui rehabilitasi mangrove, edukasi lingkungan, serta pemantauan perubahan garis pantai secara berkala.

Baca juga: Kodim Sumenep Tanam Mangrove di Pantai Kundang Wetan, Perkuat Ketahanan Pesisir dari Abrasi

“Kesadaran menjaga pesisir harus dibangun sejak sekarang. Jangan sampai masyarakat baru menyadari pentingnya mangrove dan perlindungan pantai ketika abrasi sudah menghilangkan lahan, mengancam permukiman, atau merusak sumber penghidupan mereka,” tegasnya.

Abd. Rahman berharap pelestarian kawasan pesisir menjadi bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan. Menurutnya, perlindungan terhadap mangrove dan pengendalian abrasi tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat Giligenting untuk jangka panjang.

Dengan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan, potensi kelautan Giligenting diharapkan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang, baik dari sisi ekologi maupun kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Pimpin Penanaman 92.290 Mangrove di Pesisir Jateng, Perkuat Gerakan Mageri Segoro

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.