TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui peluncuran gerakan Satu Rumah Satu Pohon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan berbagai ancaman kerusakan lingkungan.
Peluncuran gerakan berlangsung di kawasan GOR Trisanja, Jumat (5/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid. Kegiatan itu melibatkan sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, pegiat lingkungan, pelajar, hingga tenaga pendidik dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal.
Dalam sambutannya, Ahmad Kholid mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, aksi sederhana berupa menanam satu pohon di setiap rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
Baca juga: Bupati Sumenep Serukan Pentingnya Peran Pramuka dalam Menghadapi Tantangan Zaman di Hari Pramuka ke-63
“Kami mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran menanam satu pohon di setiap rumah. Jika gerakan ini dilakukan secara masif, maka lingkungan akan semakin hijau dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Selain menyasar kawasan permukiman, Pemerintah Kabupaten Tegal juga memfokuskan program penghijauan pada wilayah yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satunya adalah kawasan lereng Gunung Slamet yang selama ini berfungsi sebagai daerah penyangga lingkungan.
Pemkab Tegal mendukung upaya penghijauan kembali di sejumlah wilayah dataran tinggi, termasuk Dusun Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa. Kawasan tersebut menjadi prioritas karena memiliki fungsi konservasi yang penting dalam menjaga ketersediaan air dan mencegah potensi bencana lingkungan.
“Mudah-mudahan penghijauan di lereng Gunung Slamet dapat berjalan optimal sehingga mampu mengurangi risiko bencana dan menjaga keseimbangan alam,” kata Kholid.
Baca juga: Bupati Tegal Tinjau Baksos HKN ke-61 di Prupuk Selatan
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, Taroyo, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat aksi nyata dalam pelestarian lingkungan.
Menurutnya, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga ancaman polusi yang semakin kompleks.
“Krisis lingkungan membutuhkan kerja sama semua pihak melalui langkah nyata dan berkelanjutan dalam perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi program, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal memulai kegiatan penghijauan di kawasan jogging track GOR Trisanja. Sebanyak 300 bibit pohon tabebuya disiapkan untuk ditanam secara bertahap.
Pada tahap pertama, panitia menanam 60 bibit tabebuya saat kegiatan berlangsung. Sementara sisa bibit serta sekitar 200 tanaman buah, seperti jambu, matoa, dan petai, akan ditanam saat musim penghujan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Pimpin Penanaman 92.290 Mangrove di Pesisir Jateng, Perkuat Gerakan Mageri Segoro
Gerakan penghijauan tersebut juga akan diperluas ke kawasan lereng Gunung Slamet. Pemerintah Kabupaten Tegal menargetkan penanaman sekitar 9.000 bibit pohon di area hutan lindung dan hutan produksi seluas 100 hektare pada awal musim hujan mendatang.
Program tersebut akan melibatkan komunitas pecinta alam, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat agar gerakan menanam pohon berkembang menjadi budaya bersama, bukan hanya program pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Tegal juga menyerahkan sertifikat Sekolah Adiwiyata Nasional kepada sejumlah sekolah yang dinilai berhasil menerapkan budaya peduli lingkungan.
Salah satu penerima penghargaan, Agil Aji Nugroho, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan lingkungan hidup.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budaya peduli lingkungan di sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui gerakan Satu Rumah Satu Pohon, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap partisipasi masyarakat dalam penghijauan semakin meningkat. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan.













