SUMENEP – PT Garam (Persero) Pegaraman I Kalianget, Kabupaten Sumenep, menggenjot produksi pada musim garam 2026 dengan membidik target sebanyak 135 ribu ton. Hingga saat ini, produksi harian di kawasan tersebut diklaim mampu mencapai 1.100 ton, dengan mayoritas hasil panen berkualitas premium.
Kepala Pegaraman I PT Garam (Persero), Ubaidillah, menyampaikan optimisme bahwa target produksi tahun ini dapat tercapai. Keyakinan tersebut didukung capaian produksi harian serta kualitas garam yang dihasilkan dari proses pemanenan di lahan pegaraman.
“Target produksi Pegaraman I tahun ini 135 ribu ton. Per hari kami bisa produksi 1.100 ton dengan kualitas PS premium mencapai 80 persen,” ujar Ubaidillah, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, Pegaraman I mengelola lahan dengan luas keseluruhan sekitar 2.500 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 hektare dimanfaatkan sebagai lahan peminihan, sedangkan 400 hektare lainnya merupakan lahan meja garam.
Besarnya kapasitas lahan tersebut menjadi salah satu penopang produksi garam di kawasan Kalianget. Namun, upaya mencapai target produksi tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Ketersediaan tenaga kerja panen kini menjadi persoalan yang cukup serius.
Ubaidillah mengungkapkan, jumlah tenaga kerja panen argo mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2019 jumlah pekerja masih mencapai sekitar 500 orang, saat ini jumlahnya diperkirakan tinggal 300 orang.
Berkurangnya tenaga kerja tersebut dipengaruhi perubahan pilihan pekerjaan masyarakat. Sebagian pekerja beralih menjadi penjaga atau pelaku usaha Toko Madura di perantauan, sementara lainnya memilih menekuni sektor pertanian tembakau.
“Tenaga kerja kami terus menurun dari tahun ke tahun. Banyak yang beralih ke Toko Madura dan tembakau. Padahal proses panen kami masih manual, sangat membutuhkan tenaga,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi operasional Pegaraman I, terutama karena proses panen yang masih mengandalkan tenaga manusia. Ketersediaan pekerja sangat berpengaruh terhadap kelancaran pemanenan dan kemampuan perusahaan menjaga produktivitas harian.
Di tengah keterbatasan tenaga kerja, PT Garam Pegaraman I tetap berupaya mengoptimalkan sisa musim kemarau untuk mengejar target produksi. Kondisi cuaca yang mendukung diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal agar kegiatan panen berlangsung efektif.
Pihaknya berharap capaian produksi harian sebesar 1.100 ton dapat terus dipertahankan hingga akhir musim garam. Dengan demikian, target produksi 135 ribu ton pada 2026 diharapkan dapat direalisasikan.
Produktivitas Pegaraman I Kalianget menjadi salah satu gambaran penting potensi industri garam di Kabupaten Sumenep. Namun, keberlanjutan produksi ke depan juga memerlukan perhatian terhadap ketersediaan tenaga kerja, efektivitas proses panen, serta pengelolaan lahan agar potensi perg araman dapat terus memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.













