SUMENEP – Warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sumenep menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Lomba Desain Batik Tingkat Nasional melalui karya bertajuk “Catra”.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian melalui pelatihan membatik yang rutin dilaksanakan di dalam rutan.
“Pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan akhirnya menghasilkan prestasi membanggakan di tingkat nasional,” ujar Aditya, Kamis (19/2/2026).
Program pelatihan batik menjadi salah satu unggulan di Rutan Sumenep. Warga binaan mempelajari berbagai tahapan produksi batik, mulai dari pengenalan motif, teknik mencanting, proses pewarnaan, hingga tahap finishing.
“Kegiatan pelatihan dilakukan secara rutin dengan pendampingan intensif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan,” jelasnya.
Aditya menegaskan bahwa pembinaan batik tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan meningkatkan kepercayaan diri.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal usaha ketika warga binaan kembali ke masyarakat.
Keberhasilan meraih juara nasional ini membuktikan bahwa program pembinaan berjalan efektif dan tepat sasaran. Prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan kemenangan, tetapi juga proses pembinaan yang mampu menumbuhkan kemandirian.
Ia menambahkan bahwa karya warga binaan mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.
Ke depan, Rutan Sumenep berkomitmen memperkuat program pembinaan batik agar semakin banyak warga binaan memiliki keterampilan produktif sebagai bekal reintegrasi sosial.













