SUMENEP – Warga Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terus merawat tradisi leluhur di tengah pesatnya modernisasi. Salah satu budaya yang masih hidup hingga kini adalah rutinan sarwah yang berlangsung setiap Selasa malam.
Masyarakat menjadikan sarwah sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur. Warga melaksanakan kegiatan ini secara berjamaah dengan membaca tahlil, Surah Yasin, dan doa-doa khusus.
Pelaksanaan sarwah berpindah dari rumah ke rumah warga, mushala, hingga area pemakaman umum. Kebersamaan tersebut mempererat ikatan sosial antarwarga desa.
Tokoh masyarakat setempat, Haji Qudsi, menegaskan bahwa sarwah bukan sekadar ritual keagamaan.
Baca juga: Ketentuan Masa Iddah Perempuan dalam Islam: Enam Kondisi dan Penjelasan Lengkapnya
“Tradisi ini menjaga silaturahmi sekaligus mengingatkan kita pada jasa orang tua dan leluhur,” ujarnya, Selasa malam (13/1/2026).
Menariknya, generasi muda mulai aktif mengikuti kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus zaman.
Warga juga menyajikan hidangan khas seperti nasi berkat serta bubur merah-putih yang menambah kehangatan suasana. Dengan nuansa khidmat dan penuh kebersamaan, sarwah malam Rabu menjadi bagian penting dari identitas budaya Nusantara yang layak terus dilestarikan di era digital.













