SUMENEP – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep kembali berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menggelar Lomba Baca Puisi Karya Bung Karno dan Lomba Pidato Gaya Bung Karno tingkat Madura.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme, literasi, dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa di kalangan generasi muda.
Bupati Sumenep melalui Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun 2026 merupakan penyelenggaraan keempat yang dilakukan bersama IWO Sumenep.
Baca juga: IWO Sumenep dan UPI Gelar Seminar Jurnalistik Bahas Hukum, Kebebasan Pers, dan Perlindungan Jurnalis
“Kegiatan kali ini memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Ini merupakan agenda tahunan yang terus berkembang dengan peserta dari berbagai daerah di Madura, termasuk mahasiswa dari Universitas Trunojoyo, Unira, UIN Madura, dan peserta dari Kabupaten Sumenep,” ujarnya saat membuka kegiatan, Selasa (9/6/2026).
Menurut Faruq, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa sosok Soekarno masih menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Semangat perjuangan, kepemimpinan, dan nasionalisme yang diwariskan Bung Karno dinilai tetap relevan hingga saat ini.
“Bung Karno merupakan sosok luar biasa yang lahir dalam sejarah bangsa. Semangat dan pemikirannya harus terus dikenang serta diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Baca juga: IWO Sumenep Gelar Raker 2026 di Kota Batu, Rumuskan Strategi Penguatan UMKM dan Wisata
Sementara itu, Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga semangat perjuangan Bung Karno tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Madura.
Menurutnya, selama empat tahun berturut-turut kegiatan tersebut telah menjadi ruang edukatif dan inspiratif bagi para pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik, berpikir kritis, serta memahami nilai-nilai kebangsaan.
“Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi gerakan literasi kebangsaan yang bertujuan menumbuhkan keberanian, wawasan, dan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda,” ujar Imam.
Baca juga: Semarak HUT RI ke-79, Kecamatan Giligenting Gelar Lomba Baca Puisi untuk Tingkatkan Semangat Nasionalisme
Ia menambahkan, Lomba Baca Puisi Karya Bung Karno dan Lomba Pidato Gaya Bung Karno yang memperebutkan Piala Bupati Sumenep kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu event budaya, literasi, dan kebangsaan terbesar di Madura.
Kegiatan tersebut terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh kabupaten di Pulau Madura. Melalui ajang ini, panitia berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian menyampaikan gagasan, serta kecintaan terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.
Lomba baca puisi karya Bung Karno dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni 2026, sedangkan lomba pidato gaya Bung Karno akan digelar pada 10 Juni 2026. Antusiasme peserta tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan. Dari target awal sebanyak 100 peserta lomba puisi, jumlah pendaftar mencapai 113 orang.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai penghargaan bagi para pemenang berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai jutaan rupiah.
Baca juga: Bupati Sumenep Membacakan Puisi pada Pembukaan Lomba Puisi dan Pidato Karya Bung Karno
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, dan wawasan kebangsaan.
“Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat perjuangan, persatuan, dan keberanian generasi muda. Dari Madura, kami berharap lahir pemimpin masa depan yang cerdas, berkarakter, dan cinta Indonesia,” pungkas Imam.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen IWO Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendukung penguatan karakter generasi muda melalui jalur literasi, budaya, dan pendidikan kebangsaan.













