KLB Pertusis dan Campak Melanda Pragaan, Puskesmas Gencarkan Imunisasi Kejar untuk Balita

Kepala Puskesmas Pragaan menjelaskan KLB Pertusis dan Campak serta pentingnya imunisasi kejar bagi balita
Kepala Puskesmas Pragaan Baharuddin Mutheri memberikan sosialisasi terkait KLB Pertusis dan Campak saat Apel Gabungan di Kantor Kecamatan Pragaan

SUMENEP – Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, saat ini menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dua penyakit menular sekaligus, yakni pertusis atau batuk rejan dan campak. Kondisi tersebut mendorong tenaga kesehatan untuk mempercepat langkah pencegahan melalui program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum memiliki status imunisasi lengkap.

Kepala Puskesmas Pragaan, Baharuddin Mutheri, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pertusis sebagai penyakit batuk biasa. Menurutnya, penyakit infeksi saluran pernapasan tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“Pertusis merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dikenal sebagai batuk rejan. Jika tidak tertangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Saat ini sudah terdapat satu kasus yang terdeteksi di Kecamatan Pragaan,” ujarnya saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Kecamatan Pragaan, Senin (8/6/2026).

Baca juga: RSUD Bangkalan Operasikan Ruang Hemodialisa Baru, Layani Pasien Cuci Darah Lebih Cepat

Baharuddin menjelaskan, kasus pertusis tidak hanya ditemukan di Pragaan. Sebelumnya, KLB serupa juga terdeteksi di Kecamatan Dungkek sejak Mei 2026. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis tersebut ditandai dengan batuk kering berkepanjangan, sulit dikendalikan, dan sering disertai suara tarikan napas bernada tinggi atau whoop setelah batuk.

Selain berstatus KLB pertusis, Kecamatan Pragaan juga menghadapi penyebaran penyakit campak. Penyakit menular tersebut dilaporkan telah menyebar ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Sumenep, termasuk Kecamatan Bluto dan Saronggi.

Sebagai langkah penanganan, Puskesmas Pragaan mengintensifkan pelaksanaan imunisasi kejar dengan menyasar balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Baca juga: Pemkab Bangkalan Buka Hotline Pengaduan Puskesmas, Warga Kini Bisa Laporkan Layanan Kesehatan Secara Langsung

“Penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Saat ini kami melaksanakan imunisasi kejar untuk anak usia dua hingga lima tahun yang status imunisasinya belum lengkap,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa imunisasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk membentuk kekebalan tubuh anak sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.

Mengingat tingginya potensi penularan, Baharuddin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader kesehatan untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya imunisasi.

Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan agar masyarakat semakin memahami manfaat imunisasi dan tidak ragu membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi lengkap,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Baharuddin juga mengingatkan ASN terkait penggunaan atribut kerja sesuai instruksi Pemerintah Kabupaten Sumenep. Berdasarkan edaran Bupati Sumenep dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, ASN laki-laki diwajibkan mengenakan kopiah nasional atau peci hitam selama bulan Juni.

Puskesmas Pragaan berharap upaya imunisasi kejar dan edukasi kesehatan yang dilakukan secara masif dapat menekan angka penyebaran pertusis dan campak, sekaligus mencegah munculnya kasus baru di wilayah Kecamatan Pragaan maupun daerah sekitarnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *