SUMENEP – Poklahsar Sumur Tumpang di Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, meningkatkan produksi kripik ikan teri menjelang Ramadhan 2026. Lonjakan permintaan camilan laut khas Madura tersebut diprediksi meningkat signifikan selama bulan puasa.
Ketua Poklahsar Sumur Tumpang, Hj. Irniwati, mengatakan peningkatan produksi dilakukan lebih awal untuk memastikan ketersediaan stok kripik ikan teri bagi konsumen dan distributor.
“Setiap menjelang Ramadhan, permintaan kripik ikan teri meningkat tajam. Tahun ini kami menambah kapasitas produksi agar pesanan terpenuhi,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Dalam kondisi normal, Poklahsar Sumur Tumpang memproduksi sekitar 1,5 kilogram kripik ikan teri per hari. Menjelang Ramadhan, kapasitas produksi meningkat hingga dua kali lipat untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun luar daerah.
Kripik ikan teri Giligenting dikenal memiliki rasa gurih dan renyah serta berprotein tinggi karena menggunakan ikan teri segar hasil tangkapan nelayan setempat. Proses pengolahan dilakukan secara higienis dengan mempertahankan cita rasa tradisional.
Kripik ikan teri menjadi salah satu camilan favorit saat Ramadhan, baik untuk menu berbuka puasa maupun oleh-oleh khas daerah. Peningkatan produksi menjelang Ramadhan turut membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan produk di pasaran.
Kenaikan produksi kripik ikan teri berdampak positif bagi nelayan Giligenting karena kebutuhan bahan baku ikan teri meningkat. Selain itu, kegiatan produksi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar, terutama ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses pengolahan dan pengemasan.
Dukungan terhadap UMKM pengolahan hasil laut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan serta memperkuat ekonomi pesisir.
Menjelang Ramadhan 2026, promosi digital melalui media sosial dan platform e-commerce semakin digencarkan guna menjangkau pasar yang lebih luas.














