SUMENEP – Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1447 H, aktivitas penyeberangan menuju Pulau Giligenting di Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan signifikan. Warga memadati sejumlah pelabuhan, terutama Pelabuhan Tanjung, untuk menyeberang ke kota guna memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean penumpang mulai mengular sejak pagi hingga sore hari. Banyak warga bahkan tidak mendapatkan tempat di perahu penyeberangan karena tingginya jumlah penumpang yang datang secara bersamaan.
Tidak hanya warga lokal, para perantau yang pulang kampung juga turut meramaikan arus penyeberangan. Mereka membawa berbagai kebutuhan serta barang kiriman dari luar daerah.
Nahkoda Kapal Pesawat III, Pak Mur, mengungkapkan lonjakan penumpang mulai terjadi sejak Rabu, 11 Maret 2026. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penumpang dan kendaraan roda dua tidak dapat terangkut dalam satu kali perjalanan.
“Banyak warga Giligenting harus menunggu hingga keesokan hari karena tidak kebagian tempat,” kata Pak Mur, Rabu (17/3/2026).
Warga memilih berbelanja ke pusat kota karena keterbatasan ketersediaan bahan pokok, pakaian, dan perlengkapan Lebaran di Pulau Giligenting. Aktivitas ini secara langsung mendorong peningkatan mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
Selain penumpang, volume kendaraan roda dua serta barang bawaan juga meningkat tajam. Banyak perantau mengirim paket dari Jakarta, sehingga proses bongkar muat di pelabuhan memerlukan waktu lebih lama dari biasanya.
Diperkirakan, kepadatan penyeberangan ini akan terus berlangsung hingga H-1 Lebaran. Petugas mengimbau masyarakat agar datang lebih awal ke pelabuhan serta tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Tradisi berbelanja kebutuhan Lebaran di akhir Ramadhan menjadi faktor utama yang setiap tahun memicu lonjakan penumpang di wilayah kepulauan, termasuk rute menuju Giligenting.














