Petani yang Hilang Dua Hari Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur di Sumenep

Petugas mengevakuasi jenazah petani yang ditemukan di dalam sumur di Desa Lenteng Barat, Sumenep
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah seorang petani yang ditemukan di dalam sumur di Dusun Bindung, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep

SUMENEP – Warga Dusun Bindung, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam sumur pada Rabu (1/7/2026). Korban diketahui bernama Sa’ena (65), seorang petani asal Dusun Darusa Barat, Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Sa’ena dilaporkan hilang selama dua hari. Pihak keluarga telah berupaya mencari korban sejak Senin, namun belum menemukan keberadaannya.

Penemuan jenazah bermula ketika warga menyadari air di salah satu sumur di Dusun Bindung II berubah menjadi keruh. Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan sehingga warga memeriksa bagian dalam sumur menggunakan senter.

Saat pemeriksaan dilakukan, warga melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan air. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada pemerintah desa dan diteruskan melalui layanan darurat Silapor 112 Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengatakan pihaknya langsung menerima laporan tersebut dan mengerahkan tim gabungan ke lokasi kejadian.

“Korban sudah dua hari tidak pulang. Sudah dicari oleh keluarganya namun tidak ditemukan. Kemudian kepala desa melaporkan kejadian tersebut melalui layanan Silapor 112 Pemkab Sumenep,” ujar AKBP Anang Hardiyanto, Rabu (1/7/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Kabupaten Sumenep, personel Polsek Lenteng, Satreskrim Polres Sumenep, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Lenteng segera melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban.

Setelah proses evakuasi selesai, petugas menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolres Sumenep menjelaskan bahwa keluarga korban menolak dilakukan pemeriksaan visum dan telah membuat surat pernyataan penolakan.

“Korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Pihak keluarga menolak dilakukan visum dengan membuat surat pernyataan penolakan,” jelasnya.

Meski keluarga menolak visum, Polres Sumenep tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kematian korban.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung guna memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut sehingga proses penyelidikan dapat berjalan secara menyeluruh.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *