FALIHMEDIA.COM | LOMBOK TENGAH — Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, menggelar pertemuan dengan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Lombok Tengah dan perwakilan guide surfer dari sejumlah desa seperti Awang, Kuta Are Guling, dan lainnya. Pertemuan ini menindaklanjuti insiden viral pengusiran guide surfer dan wisatawan oleh Bupati Lombok Timur di Teluk Ekas, Jerowaru.
Pertemuan yang berlangsung di Desa Awang, Kecamatan Pujut, menghasilkan lima poin penting sebagai langkah penyelesaian dan menjaga stabilitas pariwisata di wilayah tersebut.
Peselancar asal Lombok Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan permasalahan dengan Pemkab Lombok Timur. Nursiah menegaskan bahwa pendekatan damai dan kepala dingin adalah langkah utama dalam menyelesaikan polemik ini.
Demi menjaga suasana tetap kondusif, seluruh peselancar sepakat membatalkan reservasi tamu yang hendak berselancar di Pantai Ekas. Aktivitas selancar sementara dihentikan sambil menunggu penyelesaian resmi dari pihak terkait.
Warga diimbau untuk tetap menjaga citra keramahtamahan dan keamanan bagi wisatawan. HM Nursiah menyebut pentingnya kerja sama lintas daerah agar tercipta solusi yang saling menguntungkan antara Lombok Timur dan Lombok Tengah.
Sebagai respons terhadap kondisi saat ini, Pemda dan para pegiat selancar akan memaksimalkan potensi spot surfing lokal seperti Pantai Selong Belanak, Mawi, Gerupuk, dan Tanjung Aan. Lokasi-lokasi tersebut dinilai memiliki daya tarik tinggi tergantung musim.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov NTB telah menjadwalkan pertemuan resmi antara perwakilan Pemkab Lombok Tengah dan Lombok Timur di Kantor Gubernur NTB pada Senin, 23 Juni 2025. Tujuannya adalah merumuskan solusi terbaik terkait aktivitas surfing di Teluk Ekas.
Wakil Bupati HM Nursiah berharap agar para guide surfer tetap optimis karena profesi tersebut memiliki prospek cerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.














