SUMENEP – UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI (UPI) Sumenep resmi membuka Pekan Seni Madura (PSM) X dengan semangat menghidupkan kembali geliat kesenian di Pulau Madura. Pembukaan kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) itu juga dirangkai dengan peluncuran buku antologi puisi “Tuhan Aku Masih Berjuang” karya anggota UKM Sanggar Lentera.
Pekan Seni Madura X akan berlangsung hingga 4 Juli 2026 dengan mengusung tema “Caring of Human Art“. Kegiatan tersebut menghadirkan ruang ekspresi, edukasi, dan kolaborasi bagi seniman, pelajar, mahasiswa, komunitas seni, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan seni dan budaya di Madura.
Ketua Umum UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep, Fathur Rahman, mengatakan tema yang diangkat berangkat dari keprihatinan panitia terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap dunia kesenian. Karena itu, Pekan Seni Madura X diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat berkarya di kalangan pelaku seni.
“Tema ini lahir dari kegelisahan kami terhadap kondisi peminat kesenian hari ini yang mulai redup. Satu-satunya cara untuk menyalakannya kembali adalah harus dimulai dari para pelaku seni itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Fathur, peluncuran buku antologi puisi “Tuhan Aku Masih Berjuang” bukan hanya menjadi seremoni pembukaan kegiatan, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap sastra dan kebudayaan. Melalui karya tersebut, para anggota Sanggar Lentera menunjukkan komitmennya untuk terus berkarya sekaligus merawat tradisi literasi.
Selain peluncuran buku dan sesi bincang buku, panitia juga menyelenggarakan berbagai agenda lain, seperti workshop teater, pertunjukan seni, diskusi kebudayaan, hingga apresiasi karya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kreativitas para peserta sekaligus memperluas jejaring komunitas seni di Madura.
“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif, sekaligus memperkuat jejaring komunitas seni di Madura,” jelasnya.
Fathur menilai penyelenggaraan Pekan Seni Madura yang telah memasuki tahun ke-10 menjadi bukti konsistensi UKM Sanggar Lentera dalam menjaga keberlangsungan ekosistem kesenian di Pulau Madura. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk merawat seni dan budaya daerah.
“Harapan kami, semangat berkesenian tidak hanya tumbuh dari kelompok kecil seperti Sanggar Lentera, tetapi juga menjalar ke komunitas-komunitas seni lainnya di Madura. Kami percaya para pelaku seni memiliki potensi besar untuk saling menghidupkan karya, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga nyala kesenian,” tambahnya.
Melalui Pekan Seni Madura X, UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep berharap semakin banyak ruang kreatif yang mampu mempertemukan seniman dengan masyarakat. Dengan mengedepankan kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap seni budaya, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesenian Madura sekaligus melahirkan karya-karya yang memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat.














