Madura  

MUI Madura Perkuat Komitmen Jaga Moral Bangsa, MUI Sumenep Dukung Langkah Antisipasi Kampanye LGBT

Rakorwil MUI Madura di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Pamekasan
Pengurus MUI dari empat kabupaten di Madura mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Pamekasan

PAMEKASAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Madura memperkuat komitmennya dalam menjaga nilai-nilai moral masyarakat melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (5/7/2026).

Pertemuan yang dihadiri jajaran pengurus MUI dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep tersebut membahas sejumlah isu strategis di tingkat daerah maupun nasional, termasuk penguatan pembinaan moral masyarakat.

Ketua Umum MUI Kabupaten Pamekasan, KH Ali Rahbini Abd. Latif, mengatakan salah satu isu yang menjadi perhatian dalam Rakorwil adalah beredarnya video di media sosial yang menampilkan aksi yang dinilai tidak pantas dalam kegiatan hari besar keagamaan dan haflah.

Baca juga: Pemkab Sampang Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan dan Perdamaian Dunia

Menurutnya, meskipun peristiwa tersebut bersifat kasuistis, MUI memandang perlu memberikan perhatian agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi sesuatu yang dianggap lumrah di tengah masyarakat.

“Fenomena seperti ini tidak boleh dibiarkan menjadi normalisasi. Karena itu, MUI perlu hadir memberikan panduan dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas isu lokal, Rakorwil juga menyoroti kampanye LGBT yang dinilai para peserta sebagai tantangan di bidang sosial dan budaya.

Baca juga: Jawa Timur Jadi Tujuan Mudik Tertinggi Kedua, Khofifah Siapkan 6.637 Bus hingga Antisipasi Penutupan Ketapang

Koordinator MUI Madura sekaligus Ketua Umum MUI Kabupaten Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir, menyampaikan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian MUI dalam upaya menjaga nilai-nilai agama, moral, serta ketahanan sosial masyarakat.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah MUI Pusat yang tengah menyusun naskah akademik sebagai bahan dalam mendorong pembentukan regulasi terkait isu tersebut.

Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep, KH Moh. Shaleh Abdurahman, menyampaikan dukungan terhadap sikap MUI se-Madura. Menurutnya, pembinaan moral generasi muda memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Wabup Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Generasi Muda pada Momentum Harkitnas 2026

Ia menilai kampanye perilaku yang dipandang bertentangan dengan nilai agama dan budaya perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi sesuatu yang dianggap biasa di ruang publik.

“Kami mendukung penuh sikap MUI Madura. Fenomena LGBT harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya terhadap generasi muda sangat serius. Dalam pandangan kami, ancamannya dapat disejajarkan dengan bahaya narkoba karena sama-sama berpotensi merusak masa depan generasi bangsa,” kata KH Moh. Shaleh Abdurahman.

Ia menambahkan bahwa ruang publik perlu tetap menjadi lingkungan yang sehat bagi perkembangan generasi muda dengan mengedepankan nilai moral, etika, dan ajaran agama.

Baca juga: Polres Sumenep Perkuat Integritas Anggota Lewat Pembinaan Etika Profesi Polri

Menurutnya, penguatan pembinaan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab ulama, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, serta seluruh komponen masyarakat.

Rakorwil MUI Madura turut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Sampang KHM Itqan Bushiri beserta jajaran pengurus MUI dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dinilai memerlukan perhatian bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *