FALIHMEDIA.COM | SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, mengumumkan rencana penambahan dua materi baru dalam kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG), yaitu Pendidikan Nilai serta Bimbingan dan Konseling.
Pengumuman ini disampaikan saat Prof. Mu’ti menghadiri Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FPIP UMSIDA), Jawa Timur, Sabtu (10/5/2025) di Kampus 3.
Dalam keterangannya, Prof. Mu’ti menekankan bahwa peran guru di masa depan tidak hanya sebatas mengajar di kelas. Guru juga diharapkan menjadi pembimbing dan konselor bagi siswa, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik, seperti pengembangan bakat, minat, hingga masalah psikologis yang dihadapi siswa.
“Semua guru akan diberi kompetensi sebagai guru BK, bukan hanya guru Bimbingan Konseling saja,” ujar Mu’ti.
Ia menambahkan, integrasi fungsi konseling ke dalam tugas guru sesuai dengan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.
“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan psikologis di kalangan pelajar,” ucapnya.
Menurut Mu’ti, jika persoalan mental siswa tidak segera ditangani, maka dapat memicu kekerasan di sekolah dan menghambat potensi belajar serta pengembangan karakter peserta didik.
“Melalui pendidikan karakter berbasis sekolah dan pendekatan konseling yang humanis, kita ingin membangun generasi yang lebih kuat mentalnya,” tegas Prof. Mu’ti.
Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen telah menyiapkan program pelatihan bimbingan konseling untuk semua guru di Indonesia. Program ini sudah mulai berjalan, dengan pelatihan penyegaran bagi guru BK yang telah berlangsung sejak tahun lalu.














