Kodim Sumenep Gelar Penilaian Posyandu dan BKB untuk Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Penilaian Posyandu dan BKB Kemuning oleh Kodim 0827 Sumenep untuk mendukung percepatan penurunan stunting
Ketua Persit KCK Cabang XLVI Kodim 0827/Sumenep bersama kader posyandu memantau penimbangan balita saat penilaian Posyandu dan BKB Kemuning di Makodim 0827/Sumenep

SUMENEP – Kodim 0827/Sumenep menggelar penilaian Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) Kemuning sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional percepatan penurunan tengkes (stunting) dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Kegiatan tersebut berlangsung di Makodim 0827/Sumenep, Rabu (21/1/2026).

Melalui kegiatan ini, Posyandu dan BKB Kemuning memberikan layanan kesehatan terpadu yang mencakup balita, lansia, serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Tim pelaksana menjalankan sejumlah tahapan pelayanan, mulai dari pendaftaran peserta, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, pemantauan status gizi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan lansia, hingga penyuluhan pola asuh serta gizi seimbang melalui program BKB.

Para kader posyandu melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan pendampingan tenaga kesehatan. Sementara itu, tim penilai berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep bersama Puskesmas Pamolokan.

Baca juga: Posyandu ILP Rombiya Timur Rutin Gelar Imunisasi Bulanan untuk Tingkatkan Kesehatan Bayi

Puluhan balita dari wilayah Kecamatan Kota Sumenep mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dukungan penuh juga datang dari tenaga kesehatan Poskesdim Sumenep serta para orang tua yang aktif mendampingi anak-anak mereka selama proses penilaian berlangsung.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLVI Kodim 0827/Sumenep, Ny. Tiara Bendi Wibisono, menegaskan bahwa penilaian Posyandu dan BKB memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan layanan kesehatan dasar dan pencegahan stunting sejak dini.

“Posyandu dan BKB menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan tengkes. Melalui pemantauan rutin tumbuh kembang balita, pendampingan ibu hamil, serta edukasi kepada keluarga, kita dapat mencegah risiko tengkes sejak masa kehamilan hingga usia emas anak,” ujar Ny. Tiara.

Baca juga: Dandim Sumenep Tinjau Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih

Ia menambahkan, Persit bersama TNI terus berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna menurunkan angka stunting, khususnya melalui peningkatan peran kader posyandu serta kesadaran keluarga akan pentingnya gizi, kesehatan, dan pola asuh yang tepat.

“Pencegahan tengkes tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh elemen, mulai dari orang tua, kader, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, harus berperan aktif agar generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” jelasnya.

Melalui kegiatan penilaian ini, Kodim 0827/Sumenep berharap Posyandu dan BKB Kemuning dapat menjadi contoh pelayanan kesehatan keluarga yang berkualitas serta berkontribusi nyata dalam mendukung program nasional pembangunan sumber daya manusia.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *