SUMENEP – Semangat gotong royong mewarnai pembangunan Jembatan Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI AD di Dusun Barat Gunung, RT 01/RW 10, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Rabu (22/7/2026). Memasuki tahap pengecoran pondasi, personel TNI bersama masyarakat bekerja bahu-membahu untuk mempercepat penyelesaian jembatan yang telah lama diharapkan warga.
Sejak pukul 08.00 WIB, anggota Koramil 0827/13 Rubaru bersama warga memulai proses pengecoran pondasi. Kekompakan antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang nantinya akan mendukung aktivitas sehari-hari warga.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, tim menyiapkan berbagai material konstruksi, di antaranya tiga pikap batu koral, satu dump truk pasir hitam, 50 sak semen, 20 papan cor, 10 ember, serta besi tulangan ukuran 8 dan 6 sebagai penguat struktur pondasi.
Baca juga: Danrem 084/Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Hubungkan Dua Desa di Ambunten Sumenep
Babinsa Desa Matanair, Serma Irwanto, mengatakan pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan menyediakan akses yang lebih baik bagi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan warga melalui semangat kebersamaan.
“Melihat warga datang membantu tanpa diminta menjadi penyemangat bagi kami. Jembatan ini nantinya bukan milik TNI, tetapi milik masyarakat. Karena itu, kami ingin mengerjakannya bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan semua warga,” ujarnya.
Partisipasi masyarakat terlihat tinggi selama proses pembangunan berlangsung. Warga secara sukarela ikut membantu mengangkut material hingga proses pengecoran pondasi.
Baca juga: Program Bhakti TNI AD 2026 Resmi Dibuka di Bangkalan, Target Bangun 33 Jembatan hingga 400 RTLH
Salah seorang warga, Ma’mun, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk bergotong royong karena memahami pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi mobilitas masyarakat.
“Dulu kalau hujan kami harus lebih hati-hati saat melintas. Sekarang kami punya harapan baru. Makanya kami ikut bergotong royong supaya jembatan ini cepat selesai dan bisa segera dipakai oleh semua warga,” katanya.
Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI AD di Desa Matanair tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi, meningkatkan aktivitas ekonomi warga, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat di Kabupaten Sumenep.
















