Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Jatim Sebagai Gerbang Baru Nusantara

Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi Jatim Gerbang Baru Nusantara dalam wawancara dengan Channel News Asia, menegaskan posisi Jatim sebagai pusat pangan, industri, dan investasi
Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi Jatim Gerbang Baru Nusantara dalam wawancara dengan Channel News Asia, menegaskan posisi Jatim sebagai pusat pangan, industri, dan investasi

FALIHMEDIA.COM | SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus gencar mempromosikan program Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara. Dalam wawancara dengan Channel News Asia (CNA), ia menekankan peran strategis Jawa Timur dalam ketahanan pangan, industri manufaktur, dan distribusi logistik nasional.

Ketahanan Pangan Jawa Timur

Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia. Pada 2024, produksi beras mencapai 5,33 juta ton, meski sedikit turun akibat dampak El Niño.

“Pemerintah menargetkan Indonesia bebas impor beras pada 2025, dengan produksi nasional 32 juta ton. Jawa Timur yang selalu surplus beras siap mendukung target ini,” kata Khofifah, Jumat (31/1/2025).

Untuk mendukung ketahanan pangan, Pemprov Jatim meluncurkan program Jatim Agro, termasuk Youth Agrifuture Hub untuk petani muda dan Jatim Agro-Hub sebagai lumbung pangan. Pada Maret 2025, luas tanam padi ditargetkan meningkat menjadi 193.419 hektare, dengan dukungan mekanisasi pertanian di Ponorogo, Bangkalan, dan daerah lainnya.

Selain padi, Jawa Timur juga unggul dalam jagung, kedelai, sayuran, buah, serta sektor peternakan. Populasi sapi potong mencapai 5,07 juta ekor (27,24% nasional), sementara sapi perah berjumlah 314.385 ekor.

“Inovasi inseminasi buatan dan transfer embrio kami dorong untuk mendukung swasembada sapi. Jawa Timur juga siap menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dukungan APBD Rp400 miliar,” ujarnya.

Kontribusi Industri Manufaktur

Selain pertanian, Jawa Timur mencatat pencapaian besar di sektor industri. Pada 2024, kontribusi industri manufaktur Jatim mencapai 35%, melampaui target nasional 30% pada 2045.

Tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi motor pertumbuhan industri:

  • KEK Gresik: Fokus pada teknologi dan manufaktur, termasuk investasi smelter PT Freeport senilai USD 3 miliar.

  • KEK Singhasari, Malang: Berorientasi pada ekonomi digital.

  • KEK Industri Halal, Sidoarjo: Mengembangkan industri halal berbasis ekspor.

Kabupaten Bangkalan juga mengajukan KEK baru, menandakan tingginya minat daerah pada pengembangan industri. KEK Gresik sendiri berhasil menarik investasi Rp33,4 triliun, atau 50,6% dari total investasi KEK nasional.

Pusat Distribusi Logistik Nasional

Jawa Timur juga menjadi pusat distribusi utama barang ke Indonesia Timur. Dari 32 jalur tol laut, sebanyak 27 rute berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Jatim menyumbang 80% logistik ke wilayah timur Indonesia.

Untuk memperkuat distribusi, Pemprov Jatim menyiapkan program Trans Laut Jatim guna mengembangkan pelabuhan dan memperlancar arus barang dalam negeri maupun ekspor.

“Dengan ketahanan pangan yang kuat, sektor manufaktur yang berkembang pesat, dan infrastruktur logistik yang terus diperkuat, Jawa Timur siap menjadi Gerbang Baru Nusantara sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Khofifah.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *