SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep terus mendorong lahirnya inovasi pendidikan berbasis karakter. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Kelas Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, Amanah (CERIA) di MI Al-Ishlah Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Jumat (26/6/2026).
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, meresmikan langsung program tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mampu mendukung perkembangan peserta didik.
Baca juga: BPIP Serahkan 2.430 Buku Pendidikan Pancasila, Perkuat Karakter Siswa di Pamekasan
Abdul Wasid mengapresiasi langkah MI Al-Ishlah Kebundadap Timur yang menghadirkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dengan ketersediaan fasilitas yang baik dan dukungan tenaga pendidik yang profesional, kami optimistis program ini mampu mencetak generasi berkarakter sesuai nilai-nilai yang telah ditetapkan,” ujar Abdul Wasid.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberadaan sarana dan prasarana harus diimbangi dengan kualitas proses belajar mengajar.
Baca juga: Pemkab Sampang Ajukan Perbaikan 138 SDN Rusak ke Pemerintah Pusat
“Fasilitas yang bagus harus dibarengi dengan proses belajar yang berkualitas agar tujuan pendidikan benar-benar tercapai,” tegasnya.
Melalui Program Kelas CERIA, MI Al-Ishlah Kebundadap Timur menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan penguatan karakter peserta didik.
Kepala MI Al-Ishlah Kebundadap Timur, Martina Sixiana Atmaja, menjelaskan bahwa konsep Kelas CERIA dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter siswa secara berkelanjutan.
Baca juga: Bimtek Kurikulum Merdeka untuk Penyusunan TP, ATP, dan Modul Ajar Digelar Kemenag Sumenep di Batuputih
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang memiliki sikap empati, religius, inovatif, dan amanah.
“Secara filosofi, suasana belajar yang menyenangkan akan melahirkan generasi yang cerdas dalam berpikir sekaligus kuat secara karakter,” kata Martina.
Untuk mendukung konsep tersebut, madrasah melengkapi setiap ruang kelas dengan berbagai fasilitas modern. Seluruh kelas kini menggunakan pendingin udara (AC) guna menciptakan kenyamanan belajar di tengah cuaca yang panas. Selain itu, sekolah menyediakan alat peraga edukatif dan mendorong para guru terus menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif.
Baca juga: SMPN 1 Dungkek Bagikan 258 Paket Takjil, Tanamkan Kepedulian Sosial Siswa di Bulan Ramadan
Transformasi pembelajaran juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Setiap ruang kelas dilengkapi smart TV beserta perangkat pendukung lainnya sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era digital.
Martina berharap Program Kelas CERIA mampu menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di Kabupaten Sumenep. Ia juga mengajak masyarakat serta para orang tua untuk berperan aktif mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Baca juga: MI Annibros 1 Giligenting Gelar Yudisium dan Pelepasan Siswa, 16 Peserta Didik Lulus Tahun Ajaran 2025/2026
“Kami berharap masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap program ini agar tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif. Kami juga mengajak para guru terus berinovasi dan menjaga semangat dalam mendidik karena mereka merupakan ujung tombak keberhasilan program ini,” pungkasnya.













