SUMENEP — Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K bersama Kabag ESDA Setdakab Sumenep Dadang Dedy Iskandar turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Anom, Selasa (21/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita tetap terjaga.
Kapolres dan tim menyusuri sejumlah lapak pedagang, baik di dalam maupun di luar area pasar. Ia juga berdialog langsung dengan pedagang guna mengetahui kondisi riil distribusi dan harga di lapangan.
“Kami ingin memastikan ketersediaan Minyakita, mulai dari distribusi hingga sampai ke tangan penjual,” ujar Kapolres.
Dari hasil pemantauan, Kapolres menemukan bahwa Minyakita tersedia dalam dua jenis kemasan dengan isi yang sama. Ia memastikan stok masih aman dan harga penjualan kepada masyarakat masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Kapolres juga menyebutkan bahwa pasokan Minyakita akan terus bertambah melalui distribusi dari Bulog dan sejumlah pihak lainnya.
Ia mengimbau masyarakat agar membeli minyak goreng sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Minyakita diperuntukkan bagi masyarakat luas, jadi kami harap pembelian dilakukan secara bijak agar semua bisa mendapatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag ESDA Dadang Dedy Iskandar menyampaikan bahwa stok Minyakita di wilayah Sumenep masih relatif aman. Namun, ia menjelaskan bahwa distribusi dari Bulog hanya mencakup sekitar 15 persen, sedangkan sisanya berasal dari penyalur swasta.
“Sidak ini bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan merata, khususnya dari jalur non-Bulog, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan Minyakita,” ungkapnya.
Dadang juga menegaskan bahwa harga Minyakita harus tetap mengacu pada HET yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup keuntungan berlebihan.
“Jika ditemukan adanya kecurangan dalam distribusi minyak goreng bersubsidi, maka sanksi pidana bisa diterapkan,” tegasnya.
Melalui sidak ini, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.














