SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus memperkuat dukungan terhadap program nasional pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah pusat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyatakan bahwa hingga tahap 1A, 1B, dan 1C, sebanyak 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi di sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Pemprov Jatim terus memberikan dukungan penuh terhadap program nasional ini,” ujar Novi saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).
Pemprov Jatim kini menyiapkan pembangunan 19 Sekolah Rakyat permanen yang akan tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Lokasi tersebut meliputi Kabupaten Sampang, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Gresik, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Tuban, Kabupaten Madiun, Pacitan, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Surabaya, Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Trenggalek.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemprov Jatim menyiapkan sejumlah aset lahan dan bangunan sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Beberapa lokasi yang masuk dalam pendataan antara lain UPT PPSPA Batu, BPSDM Kawi Malang, SMK Maritim Lamongan, Balai Latihan Kerja Tuban, hingga BLK Singosari di Malang.
Selain menyiapkan infrastruktur, Pemprov Jatim juga mengoptimalkan dukungan layanan kesehatan bagi siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah menggandeng rumah sakit milik pemprov serta fasilitas kesehatan setempat untuk menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga memastikan ketersediaan tenaga pendidik, khususnya guru agama, di setiap Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Fatayat NU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) di Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Novi menegaskan, setiap Sekolah Rakyat akan diperkuat oleh empat guru agama. Pemprov Jatim akan menanggung gaji para guru tersebut melalui dana Unit Pengumpulan Zakat Dinas Sosial Jawa Timur.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di berbagai wilayah diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat desil 1 sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.













