FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Jembatan penghubung antar desa di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, ambruk pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan dua warga terjatuh ke bawah struktur jembatan, dan mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi ketika seorang warga melintas menggunakan sepeda motor untuk menjemput anaknya yang tengah bersekolah. Saat berada di bagian tengah jembatan, struktur penopang tiba-tiba tidak mampu menahan beban dan langsung ambrol. Tak lama kemudian, satu warga lain yang melaju dari arah barat juga ikut terperosok.
Salah satu korban luka diketahui bernama Sadiatun (37), warga Dusun Kebun Dadap, Desa Bringsang. Ia mengalami luka akibat benturan keras dan warga segera mengevakuasi ke Puskesmas Giligenting untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara kedua sepeda motor korban mengalami rusak berat.
“Jembatannya sudah tua dan rapuh. Setelah hujan deras kemarin, kerusakannya kemungkinan semakin parah hingga akhirnya roboh,” ungkap saksi mata, Hanuddin.
Jembatan yang runtuh ini merupakan akses utama warga dari Desa Bringsang menuju Desa Aenganyar. Infrastruktur tersebut digunakan untuk aktivitas penting seperti mobilitas pelajar, akses kesehatan, dan distribusi kebutuhan pokok. Akibat kejadian ini, aktivitas warga terhambat dan mereka terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.
Sebagai langkah antisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang melintas, warga memasang penghalang dari bambu di kedua sisi jembatan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tanggap darurat dan membangun jembatan baru agar akses transportasi kembali normal.
“Kami sangat berharap pembangunan jembatan baru segera direalisasikan, karena ini satu-satunya jalur utama masyarakat,” ujar salah satu warga.
Kerusakan struktur diduga dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta usia konstruksi yang sudah puluhan tahun tanpa perbaikan signifikan, ditambah erosi pondasi akibat curah hujan tinggi yang meningkatkan tekanan air di bawah jembatan.














