Iran Tunda Pertemuan dengan AS di Swiss, Negosiasi Gencatan Senjata Tunggu Persyaratan Terpenuhi

Esmaeil Baghaei mengumumkan penundaan pertemuan Iran dan Amerika Serikat di Swiss terkait negosiasi gencatan senjata dan program nuklir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan penundaan pertemuan Iran dan Amerika Serikat di Swiss hingga persyaratan negosiasi terpenuhi.

IRAN – Pemerintah Iran menunda pertemuan dengan Amerika Serikat yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026). Teheran memilih memprioritaskan penyelesaian sejumlah persyaratan penting sebelum melanjutkan putaran negosiasi berikutnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan bahwa pemerintah akan mengumumkan jadwal baru setelah seluruh persyaratan untuk melanjutkan pembicaraan terpenuhi.

Mengutip laporan Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026), Baghaei menjelaskan bahwa pertemuan yang melibatkan Amerika Serikat, Qatar, dan Pakistan tersebut awalnya direncanakan berlangsung di Swiss. Namun, seluruh pihak sepakat menunda agenda tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Menurut Baghaei, kelanjutan negosiasi menuju kesepakatan akhir bergantung pada implementasi sejumlah poin dalam memorandum yang telah disepakati Washington dan Teheran pada Rabu (17/6/2026).

Beberapa poin penting yang harus diselesaikan meliputi mekanisme teknis pelaksanaan gencatan senjata, pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz, pemberian pengecualian terhadap ekspor minyak Iran, serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Dalam kesempatan yang sama, Baghaei juga membantah kabar yang menyebut Iran telah mengundang Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai program nuklir Iran akan berlangsung selama 60 hari sesuai ketentuan dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara. Selama masa tersebut, Iran tetap menjalankan seluruh aktivitas nuklirnya tanpa perubahan.

Baghaei menambahkan bahwa inspeksi rutin di sejumlah lokasi, termasuk fasilitas nuklir Bushehr, tetap berjalan. Namun, akses ke fasilitas yang mengalami dampak akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel akan bergantung pada hasil pembahasan dalam negosiasi lanjutan.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu agenda utama pertemuan di Swiss sebenarnya untuk menandatangani memorandum sekaligus membahas mekanisme negosiasi tahap akhir. Akan tetapi, agenda tersebut tidak lagi diperlukan setelah kedua pihak menandatangani memorandum secara elektronik pada Kamis (18/6/2026).

Saat ini, pemerintah Iran bersama para pihak terkait tengah menyiapkan agenda pertemuan lanjutan yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Swiss juga mengonfirmasi penundaan pembicaraan antara Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan.

Dalam pernyataannya kepada AFP yang dikutip TRT World pada Jumat (19/6/2026), pemerintah Swiss menegaskan tetap siap memfasilitasi dialog kapan pun seluruh pihak memutuskan untuk kembali melanjutkan proses perundingan.

Penundaan tersebut menjadi bagian dari upaya seluruh pihak untuk memastikan seluruh kesepakatan awal dapat dijalankan sebelum memasuki tahap negosiasi final.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *