Inter  

Iran Ancam Balas Agresi AS, Qalibaf: Angkatan Bersenjata Siap Beri Pelajaran Keras

Mohammad Bagher Qalibaf memberikan pernyataan terkait ancaman Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait konflik di Timur Tengah

JAKARTA – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan kesiapan negaranya menghadapi setiap bentuk agresi dari Amerika Serikat maupun sekutunya. Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri perang.

Melalui unggahan di platform X pada Selasa (12/5/2026), Qalibaf menyatakan angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons tegas terhadap pihak yang menyerang negaranya.

“Angkatan bersenjata kami siap memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada setiap agresi,” tulis Qalibaf.

Ia juga menilai strategi dan keputusan yang keliru hanya akan memicu konsekuensi besar. Menurutnya, dunia internasional telah memahami dampak dari kebijakan yang salah dalam konflik kawasan Timur Tengah.

Qalibaf menambahkan Iran telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik. Ia bahkan memperingatkan pihak lawan akan menghadapi kejutan dari respons Iran.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyebut tanggapan terbaru Iran atas proposal perdamaian Amerika Serikat sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima”.

Sejumlah pejabat Iran dan media setempat menyebut proposal Teheran memuat beberapa poin utama, mulai dari penghentian perang, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pemulihan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus memanas sejak AS bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.

Situasi memanas setelah Iran menutup jalur pelayaran Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute penting perdagangan minyak dunia.

Pakistan kemudian memediasi gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April 2026. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen. Meski demikian, Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *