FALIHMEDIA.COM | SAMPANG – Warga di 95 desa Kabupaten Sampang, Madura, harus lebih bersabar menghadapi musim kemarau 2025. Pasalnya, kuota bantuan air bersih dari pemerintah daerah mengalami pengurangan drastis hingga 50 persen dibanding tahun lalu.
Kepala BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menjelaskan pemangkasan ini terjadi karena keterbatasan anggaran. Jika sebelumnya setiap desa mendapat jatah empat tangki air, kini hanya bisa menerima dua tangki saja.
“Usulan awal kami sebesar Rp150 juta, namun setelah pembahasan anggaran hanya disetujui Rp75 juta. Akibatnya, dropping otomatis berkurang separuh,” terangnya, Selasa (9/9/2025).
Menurut Fajar, distribusi air bersih akan diprioritaskan untuk 77 desa yang masuk kategori kritis, sedangkan 18 desa lainnya menyesuaikan kondisi lapangan.
“Memang pengurangan ini berdampak cukup besar, apalagi banyak desa sangat bergantung pada dropping. Namun kami tetap berusaha agar kebutuhan mendesak tetap bisa dipenuhi,” tambahnya.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan tahun ini melanda 95 desa di 14 kecamatan di Sampang. Rinciannya, 77 desa masuk kategori kritis, enam desa kategori kekeringan langka, dan 12 desa kategori langka terbatas.














