JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur selama satu dekade pemerintahannya saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan pentingnya pembangunan yang terencana serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia juga meminta kepala daerah memperhatikan pengembangan infrastruktur di wilayah masing-masing, termasuk aspek fungsi, tata ruang, dan estetika.
Jokowi menyebut pemerintah telah membangun sekitar 2.700 kilometer jalan tol baru dan 6.000 kilometer jalan nasional selama 10 tahun terakhir. Pemerintah juga membangun 50 pelabuhan dan bandara baru, 43 bendungan baru, serta jaringan irigasi baru seluas sekitar 1,1 juta hektare.
“Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah,” kata Jokowi dalam rangkaian arahannya kepada kepala daerah.
Pemerintah juga mengembangkan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung kebutuhan irigasi dan ketahanan pangan. Kementerian PUPR mencatat pembangunan 61 bendungan dalam periode tersebut, dengan 43 bendungan telah selesai. Pembangunan bendungan itu berjalan bersama pengembangan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada.
Jokowi Minta Kepala Daerah Perhatikan Infrastruktur Kota
Selain membangun infrastruktur berskala nasional, Jokowi meminta kepala daerah merancang kawasan perkotaan secara lebih terpadu. Menurut dia, pemerintah daerah perlu memperhatikan fungsi ruang sekaligus menciptakan lingkungan kota yang nyaman.
Jokowi menyoroti pentingnya keberadaan embung atau danau kecil di kawasan perkotaan. Infrastruktur tersebut, menurutnya, dapat menjadi bagian dari penataan kota sekaligus mendukung pengelolaan air dan menciptakan ruang yang lebih menarik.
Konsep pembangunan IKN menjadi salah satu contoh yang ia sampaikan kepada para kepala daerah. Jokowi mendorong pemerintah daerah memikirkan pembangunan kota dalam perspektif jangka panjang, termasuk tata ruang, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat di masa depan.
Dorong Optimalisasi APBD
Jokowi juga mengingatkan kepala daerah agar mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia meminta pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran agar belanja pemerintah ikut menggerakkan perekonomian dan menjaga daya beli masyarakat.
Dalam pengarahan tersebut, Jokowi juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Infrastruktur yang telah dibangun pemerintah pusat, kata dia, perlu mendapat dukungan pemerintah daerah agar terkoneksi dengan kawasan produktif, seperti sentra pertanian, perkebunan, pariwisata, dan industri lokal.
Kota Pesisir Diminta Manfaatkan Potensi Laut
Jokowi secara khusus meminta pemerintah daerah di wilayah pesisir mengoptimalkan potensi kawasan laut. Ia mendorong pemerintah daerah menata kawasan pesisir agar laut tidak sekadar menjadi bagian belakang kota, tetapi menjadi bagian penting dari wajah dan aktivitas perkotaan.
“Kota-kota yang berada di dekat laut harus menjadikan laut sebagai halaman depan, bukan sebagai bagian belakang,” ujar Jokowi.
Ia menilai penataan kawasan pesisir secara baik dapat membuka potensi ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik kawasan perkotaan.
Pertemuan dengan kepala daerah di IKN tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat koordinasi pembangunan nasional dengan pemerintah daerah. Jokowi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan kesinambungan perencanaan dan dukungan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.








