DKPP dan FK3I Sumenep Bergerak Bersama: Dorong Petani Milenial dan Lestarikan Lingkungan Pesisir

SUMENEP – Dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan peran generasi muda di sektor pertanian. Melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan, DKPP berupaya mencetak petani milenial yang aktif, inovatif, dan mampu mengelola pertanian modern di daerah.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Sumenep.

“Tidak hanya di momentum Hari Krida Pertanian, sebelumnya kami juga sudah menekankan pentingnya pendampingan dan penyuluhan yang maksimal kepada para petani milenial agar mereka memiliki kemampuan bertani yang baik,” ungkap Chainur Rasyid, Kamis (13/6/2024).

Ia menambahkan, ke depan DKPP akan terus mendorong tumbuhnya minat pemuda di dunia pertanian karena sektor ini memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep akan berupaya semaksimal mungkin untuk menumbuhkan minat bertani di kalangan pemuda-pemudi. Karena peran mereka sangat penting dalam menghidupkan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

FK3I Sumenep Distribusikan 21.000 Bibit Mangrove ke Giligenting

Tak hanya fokus pada sektor pertanian, semangat pelestarian lingkungan juga ditunjukkan oleh Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korda Jawa Timur Korwil Madura Korlap Sumenep.
Lembaga ini membantu pendistribusian 21.000 bibit mangrove dari Dinas Kehutanan Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan Festival Mangrove ke-6 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kalianget, Sumenep, dan dijadwalkan akan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Salah satu fokus utama pendistribusian bibit dilakukan ke wilayah pesisir Kecamatan Giligenting, sebanyak 3.500 bibit mangrove dari tempat transit di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Korlap FK3I Sumenep, Fadel Abu Aufa, mengatakan bahwa pengiriman ini merupakan tahap pertama dari total 7.000 bibit mangrove yang akan disebar di empat desa pesisir di Pulau Giligenting.

“Ini pengiriman tahap pertama. Tahap berikutnya segera menyusul dengan jumlah sama, total 7.000 bibit jenis Rhizophora stylosa atau tenjang dalam bahasa Madura,” jelas Fadel kepada Falihmedia.com, Kamis (7/12/2023).

Fadel berharap bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh subur dan membawa manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Kami berharap bibit ini bisa tumbuh dengan baik dan memberi manfaat besar bagi lingkungan dan nelayan sekitar,” tambahnya.

Masyarakat Giligenting Antusias Sambut Program Mangrove

Koordinator peduli lingkungan Giligenting, Abd. Rahman, menyampaikan rasa syukur dan antusiasme masyarakat atas bantuan bibit mangrove tersebut.

“Ini adalah berkah bagi kami. Bibit mangrove ini bukan hanya membantu memulihkan lingkungan, tapi juga melindungi perahu nelayan dari hempasan ombak saat musim angin,” ujarnya.

Rahman juga mengimbau masyarakat di empat desa penerima bibit untuk ikut menjaga dan merawat tanaman mangrove agar dapat bertahan hidup dan memberikan dampak positif jangka panjang.

“Setelah penanaman, masyarakat harus bersama-sama merawat bibit mangrove. Ini bukan hanya untuk desa kami, tapi juga untuk masa depan Pulau Giligenting dan ekosistemnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.

“Inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi Desa Galis, Gedugan, Bringsang, dan Aenganyar, tapi juga bagi seluruh Pulau Giligenting. Ini langkah nyata menjaga alam dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rahman.

Kolaborasi Menuju Pertanian dan Lingkungan Berkelanjutan

Sinergi antara DKPP Sumenep dan FK3I Sumenep menjadi bukti nyata bahwa pertanian dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring.
Melalui pemberdayaan petani muda dan perlindungan pesisir, pemerintah daerah serta masyarakat bahu-membahu mewujudkan Sumenep yang tangguh secara ekonomi dan lestari secara ekologis.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *