Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 71 Orang, BNPB Catat 59.647 Pengungsi

BNPB salurkan bantuan untuk korban gempa M7,7 NTT
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang.

BNPB menyampaikan perkembangan penanganan darurat tersebut pada Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB. Satu korban meninggal tambahan berasal dari Kabupaten Nagekeo.

Selain menangani korban, pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. BNPB mencatat total 398 ton bantuan telah dikirim selama periode 15-18 Agustus 2026.

BNPB Salurkan 398 Ton Bantuan

Pemerintah menyalurkan bantuan melalui berbagai jalur transportasi dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan akses menuju lokasi terdampak.

Jalur darat masih menjadi pilihan utama untuk mengirim bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. Petugas menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai kondisi geografis dan akses jalan yang tersedia.

Pemerintah juga memaksimalkan jalur laut untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan.

Pada Selasa (18/8), KRI Bung Hatta berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai. Kapal tersebut membawa bantuan BNPB berupa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan dari berbagai unsur masyarakat.

Jumlah Pengungsi Capai 59.647 Orang

Penanganan pengungsi menjadi salah satu prioritas pemerintah karena sebagian warga memilih bertahan di tempat pengungsian. Kerusakan bangunan dan kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat mereka belum berani kembali ke rumah.

Berdasarkan data BNPB per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah pengungsi terbanyak dengan 20.333 jiwa.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut mencakup makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, layanan kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan kebersihan.

Petugas juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Bantuan Menjangkau Pengungsian Mandiri

BNPB tidak hanya mengarahkan bantuan ke lokasi pengungsian terpusat. Pemerintah juga mendata masyarakat yang mengungsi secara mandiri di sejumlah titik.

Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pendataan dan distribusi secara bertahap agar bantuan menjangkau seluruh masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah juga mendapat dorongan untuk memperkuat posko dan satuan tugas. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap kebutuhan masyarakat tercatat dan mendapatkan penanganan secara tepat sasaran.

TNI-Polri Dukung Penanganan Darurat

Untuk mempercepat penanganan pascagempa, pemerintah mengerahkan sumber daya nasional dengan melibatkan TNI, Polri, dan seluruh unsur pentaheliks.

Personel gabungan membantu mobilisasi masyarakat, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta menjangkau wilayah yang menghadapi kendala akses.

Pemerintah juga menggunakan pesawat dan kapal militer untuk mendukung mobilisasi bantuan melalui jalur udara dan laut.

BNPB menegaskan seluruh pengerahan sumber daya tersebut bertujuan mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Pemerintah memastikan dukungan penanganan darurat terus berjalan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan. Selain memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat, pemerintah juga akan mendampingi masyarakat hingga memasuki tahap pemulihan.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.