Potensi Desa Torbang Sumenep, Kembangkan Wisata Budaya dan Pertanian

Avatar of Falih Media
Potensi Desa Torbang Sumenep dalam pengembangan wisata budaya Torbangan, pertanian, dan pembibitan tanaman
Kepala Desa Torbang Muzanni bersama masyarakat mengembangkan potensi budaya dan ekonomi lokal untuk mendorong kemandirian desa

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, berupaya mengoptimalkan potensi lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pengembangan tersebut mencakup sektor wisata budaya dan religi, pertanian, hingga usaha pembibitan tanaman yang melibatkan generasi muda.

Kepala Desa Torbang, Muzanni, menyatakan bahwa beragam potensi yang dimiliki desanya perlu dikelola secara terpadu agar tidak hanya menjadi kekayaan lokal, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

Kerjasama Media

Salah satu potensi yang menjadi perhatian pemerintah desa adalah tradisi Tatorbhangan atau Torbangan. Tradisi tahunan yang melibatkan warga dari berbagai dusun tersebut menampilkan arak-arakan hasil bumi dan kreasi kebudayaan lokal sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diterima.

Menurut Muzanni, tradisi tersebut memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya, dengan tetap menjaga makna serta nilai-nilai yang diwariskan masyarakat.

“Tradisi Torbangan tidak boleh berhenti hanya sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan semata. Tradisi ini memiliki nilai sejarah, nilai spiritual, serta potensi besar untuk diakui sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang mampu menggerakkan roda perekonomian warga,” ujar Muzanni.

Pengembangan wisata budaya tersebut diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Kehadiran pengunjung juga berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari produk lokal, kuliner, hingga berbagai layanan pendukung kegiatan wisata.

Meski demikian, pengembangan wisata desa perlu diimbangi dengan kesiapan fasilitas, pengelolaan kegiatan, promosi, serta keterlibatan masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas.

Selain sektor budaya dan religi, Desa Torbang juga memiliki potensi di bidang pertanian. Pemerintah desa bersama komunitas pemuda kreatif memanfaatkan lahan lokal untuk kegiatan pembibitan tanaman unggul.

Gerakan pembibitan dan penanaman tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung penghijauan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga dikembangkan sebagai peluang usaha produktif di bidang agribisnis.

Muzanni mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan potensi tersebut. Menurutnya, kreativitas dan inovasi pemuda menjadi modal penting untuk membangun usaha mandiri sekaligus menciptakan peluang ekonomi di tingkat desa.

Pemerintah Desa Torbang juga berencana memperkuat infrastruktur pendukung, meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta memperluas pemberdayaan masyarakat untuk menunjang pengembangan berbagai sektor potensial.

Muzanni berharap, perpaduan antara wisata budaya, kegiatan keagamaan, dan pertanian yang dikelola secara modern dapat mendorong Torbang menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan berkemajuan tanpa kehilangan identitas budayanya.

Secara geografis, Desa Torbang memiliki luas wilayah sekitar 325,56 hektare atau setara 3,2556 kilometer persegi. Wilayah administrasinya terbagi dalam lima dusun, dengan dukungan empat rukun warga (RW) dan sembilan rukun tetangga (RT).

Pembagian wilayah tersebut menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan desa dalam menunjang pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan. Dengan pengelolaan potensi yang terarah serta partisipasi masyarakat, Desa Torbang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *