Produksi Garam Sumenep Tembus 25 Ribu Ton, Potensi Musim Panen 2026 Terus Didorong

Avatar of Ariel Fauzi
Petani memproduksi garam di Kabupaten Sumenep
Aktivitas produksi garam menjadi salah satu kegiatan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP – Produksi garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencapai 25.285 ton pada musim produksi 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan penting sektor komoditas daerah di tengah berlangsungnya musim garam.

Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong optimalisasi produksi garam. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas petambak.

Kerjasama Media

Produksi Garam Jadi Penopang Ekonomi Pesisir

Garam menjadi salah satu komoditas penting bagi masyarakat pesisir Sumenep. Produksinya tidak hanya berkaitan dengan pendapatan petani garam, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan garam di Jawa Timur.

Baca juga: Wamenhaj Sebut Antrean Haji Turun Jadi 14 Tahun Setelah 400 Ribu Data Invalid Dihapus

Peningkatan produksi garam diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Terutama bagi warga di wilayah yang menjadi sentra produksi garam.

Pemkab Sumenep juga terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung petani. Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga kualitas garam yang dihasilkan.

Sumenep Punya Potensi Garam

Dengan potensi lahan yang cukup luas, Sumenep menjadi salah satu daerah penghasil garam di Jawa Timur.

Produksi sebanyak 25.285 ton pada musim 2026 menunjukkan aktivitas sektor garam tetap menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Sumenep.

Optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta dukungan terhadap petambak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi garam di daerah tersebut.

Baca juga: Kemensos Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Portal Perlinsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *