SUMENEP – Kabupaten Sumenep menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas komitmen dan partisipasinya dalam pelaksanaan program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) periode 2021–2026. Program tersebut salah satunya mendukung pengembangan bawang merah varietas Rubaru.
Penghargaan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian itu diserahkan di Jakarta pada 12 Oktober 2026. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menerima apresiasi tersebut bersama jajaran pemerintah daerah.
Program UPLAND merupakan upaya pengembangan sistem pertanian terpadu. Di Sumenep, program ini diarahkan untuk memperkuat komoditas bawang merah sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Bawang Merah Rubaru Jadi Komoditas Unggulan
Bawang merah varietas Rubaru menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan melalui program tersebut. Pengembangan dilakukan dengan dukungan pada aspek budidaya dan infrastruktur pertanian, termasuk penguatan kapasitas petani.
Data yang dikutip dalam pemberitaan menyebut produktivitas bawang merah varietas Rubaru mencapai 16,1 ton per hektare dalam panen Kelompok Tani Restu Baru di Desa Banasare pada 2023.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran potensi pertanian bawang merah di Sumenep. Namun, produktivitas pada satu kegiatan panen tidak serta-merta menggambarkan hasil seluruh petani atau kondisi produksi pada tahun berjalan.
Keberlanjutan Program Menjadi Perhatian
Penghargaan ini diberikan atas pelaksanaan program UPLAND periode 2021–2026. Karena itu, keberlanjutan pendampingan petani, penguatan infrastruktur, dan perluasan pemasaran menjadi aspek penting untuk menjaga manfaat program setelah periode tersebut berakhir.
Pengembangan pertanian tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi. Akses pasar, kualitas hasil panen, pengolahan produk, serta kemampuan petani memperoleh nilai jual yang layak juga memengaruhi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Bagi Sumenep, bawang merah Rubaru memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah. Manfaat jangka panjangnya tetap perlu dilihat melalui hasil produksi, akses pemasaran, dan perubahan pendapatan petani.
Penghargaan dari Kementerian Pertanian menjadi pengakuan atas partisipasi pemerintah daerah dalam program UPLAND. Tantangan berikutnya ialah memastikan pengembangan pertanian tersebut terus memberi manfaat nyata bagi petani dan perekonomian lokal.















