BANDUNG — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati kolaborasi untuk membantu menangani berbagai persoalan pembangunan daerah, mulai dari penataan tata ruang, mitigasi bencana, hingga modernisasi transportasi publik yang ramah lingkungan.
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyampaikan hal tersebut setelah kegiatan Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44 di Bandung, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi dan industri karena didukung perguruan tinggi serta perusahaan berteknologi tinggi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan keahlian para insinyur dengan kebutuhan pembangunan daerah. Sejumlah persoalan, seperti kemacetan, banjir, tata ruang, dan transportasi publik, membutuhkan perencanaan serta solusi teknis yang terukur.
Tantangan berikutnya adalah pelaksanaan
Kerja sama antara PII dan Pemprov Jabar perlu ditindaklanjuti melalui program yang jelas. Bentuk kegiatan, tahapan pelaksanaan, dan hasil yang ditargetkan menjadi hal penting untuk memastikan kolaborasi tidak berhenti pada kesepakatan.
Masyarakat juga perlu memperoleh informasi mengenai program yang benar-benar dilaksanakan serta manfaatnya bagi warga. Dengan demikian, kontribusi keahlian teknik dapat dinilai berdasarkan hasil nyata dalam pembangunan Jawa Barat.















