BANGKALAN – Gedung Rato Ebuh Bangkalan dipenuhi riuh dukungan para siswa sekolah dasar (SD) saat ajang pemilihan Cong Kene’ dan Bhing Ana’ Bangkalan 2026 berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Para siswa tampak antusias memberikan semangat kepada peserta yang mewakili sekolah masing-masing dalam kompetisi duta wisata cilik tersebut.
Dalam sesi penyisihan grand final, para peserta tampil bergantian untuk memperkenalkan potensi budaya dan destinasi wisata Kabupaten Bangkalan. Mereka menunjukkan keberanian serta rasa percaya diri saat menyampaikan materi di hadapan para hadirin.
Menariknya, sejumlah peserta mampu memperlihatkan kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking dengan luwes. Mereka juga menggunakan bahasa Madura untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah, mulai dari tradisi lokal hingga potensi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangkalan.
Penampilan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal sejak usia dini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, wawasan, dan kemampuan komunikasi generasi muda.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, yang membuka langsung kegiatan tersebut, mengapresiasi kreativitas dan keberanian para peserta. Menurutnya, kegiatan Cong Kene’ dan Bhing Ana’ memiliki peran penting dalam mengenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada anak-anak.
“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya acara Cong Ana’ dan Bhing Ana’ yang setiap tahun dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Bangkalan. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenalkan budaya dan kesenian tradisional sejak dini, tetapi juga turut melestarikan kekayaan budaya Bangkalan,” ujar Lutfiana.
Selain kompetisi duta wisata cilik, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari tari, pantomim, hingga penampilan kesenian lainnya. Berbagai pertunjukan itu menambah semarak acara sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka.
Lutfiana menilai ajang Cong Kene’ dan Bhing Ana’ bukan sekadar perlombaan untuk menentukan peserta terbaik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan komunikasi, dan membiasakan diri tampil di hadapan publik.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin mengenal dan mencintai identitas budaya daerahnya. Mereka juga didorong untuk menjadi generasi muda yang mampu memperkenalkan potensi wisata dan kekayaan budaya Bangkalan kepada masyarakat yang lebih luas.
Ajang Cong Kene’ dan Bhing Ana’ Bangkalan 2026 menjadi salah satu upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan promosi wisata dan pelestarian seni tradisional, Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat menumbuhkan generasi penerus yang kreatif, percaya diri, serta bangga terhadap warisan budaya daerah.















