MALANG – Sembilan pendaki menerobos jalur pendakian Gunung Kawi yang masih ditutup akibat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rombongan tersebut akhirnya dievakuasi setelah salah satu pendaki mengalami hipotermia di kawasan puncak.
Rombongan diketahui memasuki kawasan Gunung Kawi melalui jalur tidak resmi di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Mereka tetap melakukan pendakian meski jalur resmi Gunung Kawi belum dibuka untuk umum.
Satu Pendaki Alami Hipotermia
Saat berada di kawasan puncak, kondisi salah seorang pendaki menurun. Pendaki tersebut dilaporkan mengalami hipotermia sehingga membutuhkan pertolongan dan evakuasi.
Tim gabungan langsung bergerak untuk mengevakuasi korban. Tim tersebut melibatkan unsur kepolisian, Muspika, tenaga medis, Perhutani, Polisi Kehutanan (Polhut), relawan, serta unsur SAR.
Petugas kemudian membawa pendaki yang mengalami kondisi darurat turun dari kawasan gunung untuk mendapatkan penanganan medis.
Jalur Gunung Kawi Masih Ditutup
Kepolisian memastikan jalur pendakian Gunung Kawi masih tertutup bagi masyarakat. Penutupan dilakukan karena kawasan tersebut masih memiliki risiko keselamatan setelah terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Petugas juga akan memperketat pengawasan terhadap sejumlah jalur tidak resmi yang berpotensi digunakan pendaki untuk menerobos kawasan yang masih ditutup.
Masyarakat dan calon pendaki diimbau mematuhi ketentuan penutupan hingga jalur Gunung Kawi dinyatakan aman dan kembali dibuka secara resmi. Langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa dan melindungi keselamatan para pendaki.














