JAKARTA – Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Kesederhanaan RT 01/RW 02, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebanyak 14 rumah warga hangus terbakar dan berdampak pada 35 kepala keluarga (KK) atau sekitar 150 jiwa.
Peristiwa tersebut membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah setempat bersama instansi terkait segera melakukan penanganan untuk membantu warga yang terdampak musibah kebakaran.
Lurah Keagungan, Sahat Marulitua Simorangkir, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat guna menyiapkan langkah tanggap darurat.
Pemerintah kelurahan juga telah mendirikan tenda pengungsian untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, koordinasi dilakukan untuk menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan konsumsi bagi para korban.
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan 22 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 110 personel.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Barat, Ahmad Syaiful, menjelaskan bahwa petugas melakukan pemadaman dan pelokalisasian api agar tidak terus meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
Setelah sekitar 50 menit penanganan, api berhasil dikuasai dan dilokalisasi oleh petugas pemadam kebakaran.
Upaya cepat tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar lebih jauh ke kawasan permukiman yang padat penduduk.
Meski menghanguskan belasan rumah dan menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal, kebakaran di Kelurahan Keagungan tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyidikan. Belum ada keterangan resmi mengenai pemicu munculnya api yang melalap 14 rumah tersebut.
Penanganan pascakebakaran kini menjadi perhatian, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama berada di pengungsian.
Pendirian tenda serta koordinasi penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait.






