BANYUWANGI – Pemerintah melakukan penataan ulang alur kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, setelah terjadi kemacetan panjang di jalur penyeberangan Jawa-Bali.
Penataan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Perhubungan dan instansi terkait. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang sempat mengganggu jalur logistik menuju Bali.
Dalam skema baru, kendaraan berat seperti truk bermuatan besar dan tronton diarahkan menggunakan dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Sementara itu, kendaraan kecil dan mobil pribadi diarahkan melalui dermaga Movable Bridge (MB).
Antrean Kendaraan Sempat Mencapai Beberapa Kilometer
Penataan alur kendaraan dilakukan setelah antrean menuju Pelabuhan Ketapang berlangsung selama beberapa hari.
Kepadatan tersebut menyebabkan antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer. Kondisi ini berpotensi menghambat kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik menuju Bali.
Pembagian jalur berdasarkan jenis kendaraan diharapkan dapat mempercepat proses bongkar-muat dan penyeberangan.
Dengan skema tersebut, kepadatan kendaraan di jalur utama Banyuwangi diharapkan tidak kembali menumpuk.
Pengaturan Lalu Lintas Diperketat
Selain membagi jalur berdasarkan jenis kendaraan, petugas juga memperketat pengaturan lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kendaraan menerobos antrean maupun menggunakan jalur berlawanan arah.
Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan kelancaran konektivitas Jawa-Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
Pemisahan jalur kendaraan berat dan kendaraan kecil diharapkan dapat membuat arus menuju pelabuhan lebih teratur sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik.














