FALIHMEDIA.COM | TEGAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal tengah menyiapkan rencana pemekaran wilayah kelurahan untuk menata ulang jumlah penduduk yang dinilai tidak proporsional. Dari total 27 kelurahan yang ada saat ini, direncanakan akan bertambah 8 kelurahan baru sehingga jumlahnya menjadi 35 kelurahan.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menjelaskan bahwa progres pemekaran wilayah tersebut akan segera disampaikan kepada DPRD Kota Tegal. Pemekaran ini harus melalui kajian mendalam, studi kelayakan, serta pembentukan tim khusus.
“Jumlah penduduk antar kelurahan di Kota Tegal sudah tidak seimbang. Misalnya, Kelurahan Kemandungan hanya memiliki sekitar 3.900 jiwa, sementara Kelurahan Panggung mencapai 33 ribu jiwa,” ujar Dedy Yon di Rumah Dinas Balai Kota Tegal, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, pemekaran dilakukan agar setiap kelurahan memiliki jumlah penduduk ideal, yakni paling sedikit 5.000 jiwa dan maksimal 15 ribu jiwa. Selain itu, jumlah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) juga akan ditata ulang, dengan kisaran 4–8 RT/RW per kelurahan.
Adapun wilayah yang akan dimekarkan antara lain:
Kelurahan Slerok bertambah Kelurahan Langon
Kelurahan Panggung bertambah Kelurahan Kalibuntu dan Martoloyo
Kelurahan Mintaragen bertambah Kelurahan Halmahera
Kelurahan Tegalsari bertambah Kelurahan Jongor
Kelurahan Randugunting bertambah Kelurahan Siadem
Kelurahan Margadana bertambah Kelurahan Margadanalor dan Margadanakidul.
Selain pembagian wilayah, batas-batas teritorial akan menggunakan sungai, jalan, hingga rel kereta api sebagai acuan.
Dedy Yon menegaskan, proses pemekaran juga akan melibatkan DPRD, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Disdukcapil untuk pembaruan dokumen kependudukan masyarakat, mulai dari KTP, KK, akta kelahiran hingga akta kematian.
“Target kami, pemekaran selesai dalam 2–2,5 tahun, sekitar 2027–2028, sebelum Pemilu mendatang,” tambahnya.
Pemkot Tegal juga sudah menyiapkan lahan untuk kantor kelurahan baru yang direncanakan berada di pinggir jalan dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Inventarisasi aset pun disebut telah siap untuk mendukung kelancaran program ini.






